Cina Berani Usik Laut Natuna Diduga Efek Lanjutan Lengsernya Susi Pudjiastuti

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM Ketegangan militer Indonesia dengan militer Tiongkok di perairan Natuna diduga kuat merupakan dampak lanjutan dari kebijakan kelautan dan perikanan dalam negeri. Terutama paska Menteri Susi Pudjiastuti tak lagi menjabat.

Pengamat Intelijen dan HanKAM Stanislaus Riyanta mengatakan, selepas Menteri Susi Pudjiastuti tak lagi menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, kebijakan perairan dan perikanan Indonesia cenderung longgar.

Bacaan Lainnya

“Natuna itu kaya akan SDA. Memang nampak sekali paska Bu Susi Pudjiastuti tak menjabat menteri lagi, banyak kasus perairan muncul. Banyak kapal asing masuk ke perairan Indonesia,” katanya kepada Indopolitika.com Jumat pagi (3/1/2020).

Dia mengatakan, Menteri Susi Pudjiastuti dikenal sebagai pejabat Indonesia yang tegas soal perairan dan perikanan di Indonesia. Karena itu, dia sangat disegani dunia internasional. Ketegasan mantan menteri Susi itu harusnya diikuti oleh pejabat baru yang menggantikannya.

“Pemerintah ini harus tegas. Pengganti ibu Sisi ini harus lebih tegas. Kalau pengganti ibu Susi lemah ya semua orang akan masuk. Pencurian ikan dan SDA akan lebih marak lagi,” ungkapnya.

Dia meminta Jokowi mengevaluasi Menteri Kelautan dan Perikanan pengganti Sudi Pudjiastuti saat ini. Sebab, belakangan ini publik melihat kebijakan kelautan dan perikanan mengalami pergeseran. Padahal, harusnya paradigam pengelolaan kelautan dan SDA harus didasarkan pada ketahanan dan keamanan negara.

“Pak Jokowi perlu memberi tekanan kepada Menteri Kelautan saat ini supaya lebih berani mempertahankan kedaulatan perairan kita. Longgarnya kebijakan perairan kita semakin membuat negara lain agresif masuk ke wilayah perairan kita. Saya kira menteri yang sekarang ini tidak tegas,” katanya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *