Internasional

Citra Satelit Perlihatkan Dampak Gempa Palu

Citra satelit di kawasan Petobo. (Foto: Digital Globe)

Jakarta: Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah luluh lantak akibat gempa berkekuatan 7,5 Skala Richter (SR) dan hantaman tsunami pada Jumat 28 September 2018.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala kini mencapai 1.234 jiwa. 

Citra satelit yang dirilis oleh Digital Globe menunjukkan rupa Palu sebelum dan sesudah diterjang tsunami dan diguncang gempa. Ratusan bangunan terlihat jelas rata dengan tanah.

Wilayah yang pertama disorot adalah Perumnas Balaroa. Permukiman ini yang paling parah terdampak gempa. Sekitar 900 kepala keluarga menjadi korban.

Wilayah kedua adalah Kelurahan Petobo. Area di sini memiliki tanah yang berubah menjadi lumpur dan kehilangan kekuatan atau biasa disebut likuifaksi. Efeknya, perumahan hanyut dan terhisap tanah.

Dilansir dari Quartz, Rabu 3 Oktober 2018, wilayah ketiga adalah Jembatan Ponulele. Ikon utama Kota Palu ini roboh dan hancur.

Selain itu, pusat perbelanjaan Palu Grand Mall juga tak luput dari terjangan tsunami karena posisinya tepat berada persis di depan pantai. 

Hotel bintang tiga Roa Roa juga ambruk dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel tersebut. Diperkirakan, 50 hingga 60 orang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan hotel. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close