Ciut Digeruduk Ormas, Pemkot Tangsel Minta Maaf Soal Bendera Dicopot

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemkot Tangsel menyampaikan permintaan maafnya kepada salah satu organisasi masa karena mencopot bendera ormas terkait, saat dilakukan penertiban bangunan liar di wilayah Gaplek, Pamulang, oleh Satpol PP setempat sebelumnya.

Permintaan maaf itu dilontarkan Kabid Penegak Peraturan dan Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulya, saat didatangi masa ormas tersebut yang nampak begitu murka dengan aksi pencopotan bendera itu. Dengan wajah pucat, dia melontarkan pernyataan itu di bagian lobi utama kantor Airin.

Bacaan Lainnya

Meski garus diakui gentle saat melontarkan permintaan maaf ini, tapi bisa dibilang cukup ironis. Lantaran upaya penertiban sebagaimana amanat Perda, justru melahirkan perlawanan dari massa omas. Parahnya lagi, Satpol PP merasa bersalah dan seketika meminta maaf, hingga membuat kewibawaan pemerintahan Airin seolah tak dihargai.

“Atas kelakukan dan sikap saya yang memindahkan tiang bendera FBR, atas peristiwa itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya memindahkan supaya menjaga agar bendera tidak kotor dan tidak menyentuh tanah. Atas nama Satpol PP, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Sapta, disambut teriakan massa ormas itu.

Pantauan di lapangan, kedatangan massa ormas itu membuat ciut sekuriti kantor wali kota. Beberapa di antaranya berlindung dan masuk ke dalam gedung. Seketika, akses masuk di depan lobi Puspemkot Tangsel dikepung massa ormas.

Beruntung tak lama kemudian, Kapolres AKBP Ferdy Irawan datang bersama pasukan bersenjata lengkap. Setelah melakukan dialog dengan pimpinan Ormas ini, lantas dilakukan audiensi melibatkan Satpol PP, Polisi dan TNI.

Setelah selesai audiensi, akhirnya secara mengejutkan Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP, Sapta Maulana, meminta maaf kepada massa FBR. Dengan wajah pucat, dia melontarkan pernyataan itu di bagian lobi utama kantor Airin.

“Atas kelakukan dan sikap saya yang memindahkan tiang bendera FBR, atas peristiwa itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya memindahkan supaya menjaga agar bendera tidak kotor dan tidak menyentuh tanah. Atas nama Satpol PP, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Sapta, disambut teriakan massa ormas.{asa}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *