Covid 19, Barista Asal Iran Semangat Sediakan Kopi Gratis Bagi Pekerja Medis Wuhan

  • Whatsapp
Barista asal Iran, Sina Karami, begitu semangat bisa membantu petugas medis sekitat Wuhan dengan layanan kopi gratis yang dieberikan pihak cafe. Foto: Xinhua News

INDOPOLITIKA.COM – Sebuah kedai kopi yang terletak di Kota Wuhan, Tiongkok tengah, yang sedang dilanda penyakit virus corona tipe baru (COVID-19) menjadi terkenal. Alasanya, kedai tersebut terus membuat kopi gratis untuk para pekerja medis yang bekerja di rumah sakit terdekat.

Salah seorang pegawai yang bekerja di kafe Wakanda, menarik perhatian orang-orang sekitarnya dengan penampilannya yang terlihat begitu asing. Ya, dia ternyata warga Iran berusia 29 tahun. Namanya Sina Karami. Ia datang ke Tiongkok sekitar hampir dua tahun lalu dan telah tinggal di Wuhan.

Bacaan Lainnya

Ia merupakan satu-satunya orang asing dari tujuh barista yang memilih untuk memberikan bantuan selama masa sulit yang terjadi saat ini. Meskipun Wuhan mengumumkan penutupan kota yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tanggal 23 Januari lalu untuk menanggulangi penyebaran virus ke wilayah-wilayah lain di Tiongkok dan sekitarnya, kafe tersebut tetap menerima pesanan untuk dibawa pulang melalui aplikasi pada hari ketiga setelah penutupan kota berlangsung.

“Para dokter dan perawat adalah pahlawan sejati yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk memerangi virus. Kami hanya berusaha membantu mereka dengan cara kami – dengan kopi yang enak,” ujar Tian Yazhen, pemilik kafe tersebut.

“Saya menganggap diri saya sebagai seorang penduduk Wuhan, jadi saya memutuskan untuk tetap tinggal bersama teman-teman saya untuk menghadapi virus tersebut. Meskipun kontribusi kami kecil, kami akan terus melakukannya setiap hari,” kata Karami, yang bangga karena dapat bergabung dalam pertempuran melawan virus dan menyajikan kopi gratis di kafe tempat ia bekerja.

“Ketika virus COVID-19 mulai merebak, kami bertanya pada diri sendiri mengenai apa yang harus kami lakukan dalam keadaan ini, kemudian kami memutuskan untuk tetap bersama dan melakukan yang terbaik untuk memberikan segalanya yang kami dapat lakukan untuk siapapun yang membutuhkan bantuan, seperti para dokter dan perawat di kota,” tutur Karami kepada Xinhua.

Menurut Karami, pada awalnya, keluarganya sangat cemas karena ia menolak tawaran untuk pulang ke Iran melalui sebuah penerbangan carter dan lebih memilih untuk tetap tinggal di Wuhan.

Ketika semakin banyak berita mengenai kafe tempat ia bekerja yang tersebar di internet, dia mengaku anggota keluarganya begitu senang. “Semua anggota keluarga saya mengatakan bahwa mereka bangga kepada saya,” ungkap Karami dengan suara bahagia dan santai.

“Saya memiliki keyakinan penuh bahwa Tiongkok dapat memberantas virus tersebut. Memang benar ada banyak tekanan, tetapi masyarakat Tiongkok melakukan yang terbaik untuk memerangi virus itu. Mungkin akan membutuhkan waktu, tetapi pemerintah Tiongkok telah mengambil semua jenis tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi virus COVID-19 di Wuhan dengan cara yang luar biasa,” pungkasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *