Covid-19 di Thailand Naik, Perdana Menteri Thailand Didesak Mundur

  • Whatsapp
Pengunjuk rasa anti-pemerintah membakar kantung jenazah tiruan, mewakili korban jiwa akibat wabah penyakit Covid-19, dan sebuah boneka berbentuk Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, di Bangkok, Thailand, Minggu (18/7/2021). Foto : Antara/Reuters/Chalinee Thirasupa/FOC/djo

INDOPOLITIKA.COM – Ratusan demonstran anti-pemerintah di Thailand turun ke jalan mendesak Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mundur dari dari jabatannya di tengah lonjakan kasus COVID-19, Minggu (1/8/2021).

Chan-ocha dinilai gagal menangani wabah ketika negara itu berjuang melawan lonjakan tertinggi kasus Covid-19 selama pandemi.

Berita Lainnya

Para pengunjuk rasa yang menggunakan mobil dan sepeda motor membunyikan klakson sambil mengangkat tiga jari memberi hormat, sebagai bentuk perlawanan yang terinspirasi oleh film “The Hunger Games,”.

Saat mereka menuju rute sepanjang 20 km (12 mil) yang membentang dari Monumen Demokrasi di pusat ibu kota menuju Bandara Internasional Don Muang.

“Kami nyaris tak bisa mencari nafkah sekarang, semua anggota keluarga kami terkena dampaknya,” kata Chai, pengunjuk rasa berusia 47 tahun yang enggan menyebut nama lengkapnya, dari dalam mobil dilansir Reuters melalui Antara..

“Pemerintah gagal memberi vaksin tepat waktu dan banyak dari kami yang belum divaksin. Jika kami tidak turun ke jalan menyampaikan seruan, pemerintah akan mengabaikan kami,” tandas dia.

Protes serupa juga digelar di provinsi-provinsi lain. Negara di Asia Tenggara itu berencana memvaksinasi 50 juta orang hingga akhir 2021. Sejauh ini baru 5,8 persen dari 66 juta lebih penduduknya yang sudah divaksin lengkap, sementara warga yang baru menerima satu dosis mencapai 21 persen.

Pada Minggu (1/8/2021), Thailand melaporkan 18.027 kasus baru dan 133 kematian akibat Covid-19, sehingga totalnya menjadi 615.314 kasus dan 4.990 kematian. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *