Covid-19 India Makin Mengerikan: Sehari Bertambah 349,691 Kasus, 2.767 Pasien Meninggal

  • Whatsapp
Tangkapan layar dari tayangan Sky News menunjukkan situasi seperti apa kengerian Covid-19 di India, di mana pasien terpaksa berbaring di luar rumah sakit yang sudah terlalu sesak.(SKY NEWS via Daily Mail)

INDOPOLITIKA.COM – India kembali mencatatkan rekor baru penambahan kasus harian Covid-19. Pada Minggu, (25/4/2021) ini, negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu melaporkan ada tambahan 349.691 ribu kasus infeksi baru dan 2.767 kematian menurut data kementerian kesehatan. Total kematian Covid-19 India kini menjadi 192.311 pasien. Dan sebanyak 217.113 pasien dipulangkan dalam 24 jam terakhir.

Mengutip india today, Minggu, (25/4/2021), di Lima negara bagian India yang memiliki kasus terbanyak dalam 24 jam terakhir adalah Maharashtra dengan 67.160 kasus, Uttar Pradesh dengan 37.944 kasus, Karnataka dengan 29.438 kasus, Kerala dengan 26.685 kasus dan Delhi dengan 24.103 kasus.

Berita Lainnya

Pada hari Sabtu, pemerintah Benggala Barat mewajibkan penggunaan masker di tempat umum di tengah meningkatnya kasus Covid-19 dan mengarahkan polisi untuk memulai tindakan hukum terhadap pelanggar di bawah Undang-Undang Manajemen Bencana, menurut perintah.

“Karena krisis pandemi Covid-19 sudah parah, semua orang harus secara ketat mematuhi norma keamanan Covid-19 dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial setiap kali mereka pergi ke tempat umum,” bunyi perintah pemerintah yang dikeluarkan pada Sabtu malam.

Pasien Terpaksa Berbaring di Luar Rumah Sakit

Dokter di kota dengan populasi 29 juta itu kini tidak mempunyai ranjang untuk merawat pasien Covid-19. Bahkan, polisi juga dikerahkan ke seantero rumah sakit untuk mencegah adanya penjarahan tabung oksigen.

Sky News merekam momen ketika puluhan pasien corona terpaksa berbaring di luar rumah sakit yang begitu sesak di Delhi. Dalam tayangan berdurasi beberapa menit tersebut, nampak juga tiga jenazah dikeluarkan dari pintu masuk.

Negara bagian di utara seperti Gujarat, Rajasthan, dan Uttar Pradesh mengalami peningkatan kasus empat kali lipat dibanding gelombang pertama. Tetapi, di negara kawasan paling timur seperti Assam, mereka belum mendapati adanya kasus baru dan tidak menerapkan lockdown.

Pakar setempat meyakini, meski angka yang dicatatkan begitu kolosal, mereka baru menapak ke puncak wabah. Profesor James Naismith dari Universitas Oxford berujar, situasi di India adalah gambaran gamblang jika corona mewabah lagi.

“Sistem kesehatan begitu kewalahan dan orang-orang yang rentan mati di ambulans karena terlalu lama menunggu ambulan,” paparnya. [ind]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *