Covid 19 Melonjak, Komisi X DPR Desak PTM Ditunda

  • Whatsapp
Sejumlah murid SD Negeri Curug mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan era normal baru (new normal) di Serang, Banten, Selasa (18/8/2020). Pemda setempat mulai tanggal 18 Agustus memberlakukan kegiatan belajar tatap muka di sekolah tertentu yang memungkinkan penerapan protokol kesehatan dan di area zona hijau untuk dievaluasi kembali setiap pekan guna dijadikan bahan pertimbangan untuk menghentikan atau melanjutkan kegiatan tersebut. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.

INDOPOLITIKA.COM – Komisi X DPR RI mendesak uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dihentikan sementara di provinsi-provinsi dengan penambahan kasus Covid 19 tertinggi.

Data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pada Senin (21/6/2021) lalu memecahkan rekor kasus harian selama pandemi Covid-19 dengan sebaran tertinggi di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Tumur, dan Riau.

Berita Lainnya

“Saya juga mengharapkan pemerintah daerah di provinsi-provinsi tersebut meninjau ulang pelaksanaan PTM terbatas yang rencananya diadakan pada tahun ajaran baru Juli 2021,” kata Anggota Komisi X DPR Himmatul Aliyah, Rabu (23/6/2021).

Menurut politikus Partai Gerindra ini, memaksakan penyelenggaraan PTM terbatas saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 dapat mengancam kesehatan dan keselamatan guru dan siswa.

“Padahal, ketentuan dalam SKB Empat Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 menyebutkan bahwa proses pembelajaran selama Covid-19 harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan,” ujarnya.

Adapun daerah-daerah di Indonesia yang tidak terjadi penambahan kasus atau zona hijau, kata Himmatul, dapat menyelenggarakan PTM terbatas. Pemerintah daerah (pemda) harus mempertimbangkan tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya saat akan memutuskan menyelenggarakan PTM terbatas.

“Jika dalam perkembangannya menunjukkan tingkat risiko yang tinggi maka pemerintah daerah harus menunda pelaksanaan PTM terbatas,” tandasnya.

Oleh karena itu, kata Himmatul, orangtua siswa diharap dapat bersabar atas penundaan pemberlakuan PTM terbatas. Mengingat hal ini merupakan pilihan terbaik demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

Himmatul menambahkan, uji coba dan pelaksanaan PTM terbatas dapat kembali dilakukan setelah terjadi penurunan kasus Covid-19.

“Saya berharap para orang tua dapat terus berperan dalam mendampingi anak-anaknya selama pembelajaran jarak jauh,” paparnya.(net)

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *