CSIS Nilai Airlangga Temui Ganjar dan Cak Imin Langkah Tepat 

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menemui dua sosok penting yang digadang-gadang bakal maju di Pilpres 2024 dalam dua hari.

Pertama, pada Jumat (24/9) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Klaten, Jawa Tengah. Sehari kemudian Airlangga jalan pagi bersama Ketum PKB Muhaimin Iskandar di kawasan SCBD, Jakarta.

Berita Lainnya

Terkait hal itu, Head of Department of Politics and Social Change at Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, menilai langkah Airlangga menemui dua sosok itu sudah tepat.

“Komunikasi politik Airlangga dalam dua hari terakhir strategis, menyusul posisi Airlangga merupakan pimpinan dari partai besar dengan kursi terbanyak kedua di DPR,” kata Arya melalui keterangan tertulisnya yang diterima pada Senin (27/9/2021).

Arya mengatakan Airlangga jika terus menemui sosok-sosok penting di negeri ini akan dipandang publik sebagai tokoh yang menjalin komunikasi baik dengan yang lainnya. Dan itu cukup baik untuk meningkatkan elektabilitasnya.

“Semakin sering mereka bertemu, maka di tingkat pemilih, di bawah, juga semakin baik dan tidak terpolarisasi. Masyarakat melihat mereka bisa berkomunikasi meski suatu saat juga berkompetisi,” ujar Arya.

Situasi politik di Indonesia saat ini belum jelas menunjukkan siapa saja yang akan mendapatkan dukungan dari partai politik mana untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.

Oleh karena itu, komunikasi politik menjadi strategis untuk dilakukan. “Terutama komunikasi lintas partai,” ungkap dia.

Menurut Arya, langkah Airlangga tersebut ditujukan untuk membaca kemungkinan-kemungkinan membentuk koalisi. Kedua, mencari chemistry atau kecocokan di antara tokoh-tokoh tersebut. Terakhir, untuk mencari kesamaan pandangan dan kebijakan.

Golkar sendiri dalam agenda Pilpres 2024 memang diuntungkan karena memiliki kira-kira 14 persen kursi di DPR. Artinya, partai berlambang pohon beringin tersebut hanya butuh sisa enam persen untuk bisa mencalonkan presiden.

Dengan kata lain, kondisi itu membuat Golkar dan Airlangga sebagai partai dan figur yang menarik karena memiliki posisi tawar yang tinggi untuk bersaing di pesta lima tahunan tersebut.

“Airlangga saya kira punya peluang untuk bisa maju dan bertemu banyak tokoh,” kata dia.

Dalam hitungan politik, saat ini waktunya sudah cukup dekat untuk mulai membuat strategi dan program menuju 2024. Sehingga, wajar jika aktivitas politik dari tokoh seperti Airlangga mulai ditingkatkan.

“Saat ini waktu yang ideal dan pas untuk melakukan mobilisasi politik, seperti yang dilakukan Airlangga. Semakin dini, calon itu melakukan sosialisasi politik ke publik, maka semakin baik pula bagi masyarakat,” ujarnya.[fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *