Pemerintahan

Curhatan Serikat Pekerja tentang Upah dan Layanan BPJS

JAKARTA- Puluhan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) bertemu dan beraudiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko. Beberapa hal yang disampaikan terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2015 soal pengupahan, layanan kesehatan BPJS kepada buruh dan PHK yang menimpa 8 ribu rekan mereka yang bekerja di freeport.

“Kita berharap 8 ribu pekerja yang di PHK ini segera dicarikan solusinya. Kita optimis dengan divestasi saham 51 persen, pemerintah bisa menyelesaikan kasus ini,” kata Presiden SPSI Andi Gani di Kantor Staf Presiden, Selasa, 24 Juli 2018.

Sebagai organisasi buruh terbesar, Andi Gani mengatakan, SPSI akan selalu memberikan masukan kritis kepada pemerintah. SPSI juga beriringan dengan kebijakan pemerintah dan mendukung program-program pemerintah yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Meoldoko mencatat aspirasi-aspirasi yang disampaikan para tokoh buruh yang berasal dari Bandung, Karawang, Bekasi dan Tanggerang ini. Jenderal bintang empat ini juga meminta para buruh tidak terpercaya dengan isu-isu atau hoax yang belakangan ini marak.

“Agar Anda tidak ragu-ragu, Presiden dengan seluruh jajarannya terus bekerja keras. Pemerintah tidak main-main, tidak ada istilahnya membawa negara ke asing-aseng. Gak ada itu,” tegas Moeldoko.

whatsapp-image-2018-07-24-at-15-35-03

Ia mencontohkan berita bohong soal Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Tiongkok yang berjumlah jutaan. Dan beberapa berita hoax seperti PKI, antiislam dan lainnya.

“Mohon tidak termakan isu ini. Kalau tidak kita bisa menjadi bangsa yang terpecah belah. Saya ini prajurit sejati. Tidak mungkin saya gadaikan negara untuk sebuah jabatan. Kesetiaan saya tidak akan pernah berubah pada negara,” tambahnya.

Untuk diketahui, lewat program KSP mendengar, lembaga ini terbuka kepada semua masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, unek-unek, atau sekadar meminta informasi ke KSP.

Hadir dalam pertemuan ini Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo, dan Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Eddy Soepadmo.

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close