Dampak Ganjil Genap, Anies Klaim Penumpang Transjakarta Meningkat

  • Whatsapp
Anies Baswedan di Transjakarta

INDOPOLITIKA.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, jumlah pengguna angkutan umum mengalami kenaikan hingga satu juta orang per hari. Hal ini disebabkan pengaruh diterapkannya perluasan ganjil genap di beberapa ruas jalan.

“Alhamdulillah, jumlah penumpang Transjakarta mencapai rekor lebih dari 892 ribu penumpang per hari. Ini menunjukkan bahwa banyak dari masyarakat yang menggunakan kendaraan umum. apalagi kalau ditambah dengan pengguna MRT dan angkutan lain berarti dalam 1 hari sudah satu juta warga Jakarta yang menggunakan kendaraan umum,” ujar Anies di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (10/9).

Baca Juga:

Dengan semakin banyaknya warga Jakarta yang beralih ke angkutan umum, pihaknya berharap tingkat polusi yang bersumber dari kendaran pribadi semakin berkurang. Anies pun mengungkapkan, kebijakan perluasan ganjil genap diterapkan untuk mendorong warga menggunakan angkutan umum.

“Angka emisi itu tidak bisa dilihat hanya dalam 1-2 hari karena dinamis sekali. Kita menyaksikan beberapa kota sangat jauh lebih tinggi polusinya dibanding Jakarta. Artinya kita tidak melihat data jam per jamnya tapi kita harus secara rata-rata terus menerus meningkatkan jumlah penumpang kendaraan umum, mengurangi jumlah kendaraan pribadi,” kata Anies.

Ke depan, pihaknya akan memperluas jangkauan angkutan umum hingga pemukiman warga. Bahkan, Anies pun akan membuat survey kepuasan pengguna angkutan umum usai diberlakukannya perluasan ganjil genap ini.

“Nanti lebih banyak orang merasakan kendaraan umum dan banyak dari observasi kita, banyak pengguna kendaraan umum yang sudah lama tidak menggunakan kendaraan umum. Mereka ingatnya kendaraan umum yang tahun-tahu lama sekali, sehingga memori mereka tentang kendaraan umum tidak nyaman. Ketika sekarang menggunakan kendaraan umum, ternyata nyaman dan berulang,” ungkapnya.

Anies pun mengapresiasi para pengguna angkutan umum itu. Menurutnya, tanpa kesediaan mereka beralih ke angkutan umum, maka kemacetan di Jakarta tidak akan berkurang. Pihaknya memastikan akan terus meningkatkan layanan angkutan umum di Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengungkapkan terjadi peningkatan pengguna kendaraan roda dua akibat adanya penerapan ganjil genap. Hanya saja, kata Syafrin, jumlah prosentase penggunaan roda dua itu masih tetap sama dengan sebelumnya. Peningkatan itu terjadi karena penggunaan roda empat menurun.

“Jadi gini, untuk jumlah secara pasti kami sedang lakukan perhitungan. Tetapi kalau persentase pasti naik. Karena, jika tadinya komposisi seluruh kendaraan mobil dan motor ada 10, 6 motor-4 mobil, kemudian begitu mobil dikurangi 2, yang di jalan kan tinggal 6 motor dan 2 mobil. Artinya persentase motor naik, persentase mobil turun,” kata Syafrin.

Meski demikian, pihaknya masih mendata kembali tingkat penggunaan kendaraan pribadi akibat penerapan perluasan ganjil genap itu. Dari data yang diterimanya, lanjut Syafrin, belum ada angka yang menunjukkan pertumbuhan kendaraan, pertumbuhan jumlah sepeda motor.

“Itu saya belum dapat. Tapi prinsipnya kan seharusnya tidak langsung naik 100 motor gitu kan. Tapi prosentase motor pasti naik karena proporsi mobil di jalan dikurangi. Tapi secara volume lalu lintas, berdasarkan uji coba kami kemarin 3 minggu, terjadi penurunan volume lalu lintas di jalan itu sebesar 25.25 persen. Ini kan cukup tinggi ya,” jelasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *