Dana Influencer Pariwisata DKI Rp 5 Miliar Sudah Dibatalkan Sejak Awal Oktober

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat merencanakan anggaran Rp 5 miliar untuk membiayai lima influencer. Tujuannya untuk mempromosikan pariwisata di Jakarta. Namun anggaran itu kini dinyatakan sudah dihapus.

Anggaran itu terlihat ada di Rancangan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), tepatnya pada dokumen Lampiran III Komisi B. Program Kegiatannya adalah ‘Penyelenggaraan aktivitas promosi pariwisata dan budaya melalui media sosial’. Sasarannya adalah ‘Jumlah influencer aktivitas promosi pariwisata dan budaya melalui media sosial’.

Baca Juga:

Targetnya, ada lima influencer yang diikutsertakan. Anggaran untuk lima influencer yang mempromosikan pariwisata Ibu Kota ini sebesar Rp 5.008.691.930,00.

Secara umum, influencer adalah orang yang memiliki relatif banyak pengikut di media sosial hingga dijadikan model panutan.

Usulan  yang tercatat pada Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) DKI 2020 tersebut bahkan sempat viral di media sosial.

“Sudah dihapus sejak awal Oktober, anggaran tersebut saat ini sudah tidak ada dalam RAPBD 2020,” kata Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Edy Junaedi, saat dikonfirmasi, Minggu (27/10/2019).

Edy menyatakan, belum ada influencer yang ditentukan untuk mempromosikan pariwisata karena rencana anggaran keburu dihapus.

Sekretaris Dinas Pariwisata DKI Asiantoro menjelaskan soal latar belakang usulan itu. Awalnya, kegiatan promosi pariwisata tersebut memang direncanakan dengan mengundang influencer asing. Hal ini direncanakan dengan harapan warga negara yang bersangkutan tertarik dengan wisata di Jakarta.

“Untuk memberitakan kondisi Jakarta yang sebenarnya agar diminati oleh masyarakat negara yang bersangkutan. Kita mengundang dan memfasilitasi selama orang tersebut di Jakarta,” pungkas Asiantoro. “Kegiatannya sudah enggak ada tuh,” tambahnya.

“Kita memang mengusulkan itu, karena kita merasa perlu mengundang para influencer yang punya banyak follower, tapi kemudian kita memilih, mana kegiatan yang sesuai anggaran,” kata Asiantoro.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *