Dana Partai: Donasi Abadi dan Toko Solidaritas

  • Whatsapp
Bendera Parpol-Parpol di Indonesia (ist)

INDOPOLITIKA.COM – Pilkada langsung oleh rakyat yang sudah berlangsung sejak reformasi dikritik terlalu mahal. Biaya penyelenggaraan oleh KPU dan biaya bagi para kandidat yang akan maju, paling banyak menyedot uang.

Biaya penyelenggaraan bisa ditekan dengan eksperimen pemilihan elektronik. Lalu bagaimana dengan biaya kandidat?
Menurut sejumlah calon, biaya termahal ada di pos biaya saksi di TPS dan dukungan partai. Jika komponen ini jadi paling mahal, maka harus ada wacana mencari cara memurahkannya. Bukan mengembalikan mandat ke DPRD.

Baca Juga:

Pilkada yang mahal terjadi justru perilaku partai yang membuat tradisi mahar politik kepada para kandidat. Mahar itu sering dibangun dengan dalih untuk biaya kampanye, mobilisasi massa dan saksi di TPS. Proses ini akhirnya hanya memunculkan kandidat bermodal besar, tapi minim prestasi bahkan punya track record yang buruk.

Partai politik sudah saatnya berbenah dalam pola pendanaan partai. Mencari sumber dana yang lebih terbuka kepada anggota, simpatisan dan publik. Tidak melakukan transaksi politik di wilayah gelap gulita.

Bahkan partai modern ke depan harus berani melakukan revolusi cara mendukung kandidat. Mereka membiayai dan mencarikan dana bagi kandidat terbaik . Bukan seperti sekarang, partai lebih banyak menjadi mencari dana dari satu orang pemodal besar.

Setidaknya ada dua sumber dana bagi partai. Pertama bersumber dari keuangan negara. Kedua, sumbangan dari perseorangan atau publik. Dana partai yang diberikan negara saat ini masih kecil sekitar 0,02 persen dari APBN. Sumbangan harus dinaikkan. Bahkan, KPK pernah mengusulkan 50 persen dana operasional partai berasal dari negara.

Sumber dana yang kedua, yaitu perseorangan justru belum dikembangkan oleh partai. Partai belum bisa menggalang dana dari iuran anggota, donasi dari simpatisan dan publik. Praktek selama ini, partai meminta dana dari para kader yang menempati jabatan publik. Mereka diminta membiayai berbagai macam kebutuhan partai. Operasional kantor, musyawarah kerja, hingga kongres. Pola ini yang terkadang mendorong mereka menyalahgunakan wewenang.

Partai sebaiknya segera membenahi donasi dari publik. Partisipasi donasi publik yang luas sangat penting agar partai itu selalu berpihak kepada rakyat banyak. Sekaligus memagari dari kepentingan cukong-cukong.

Teknologi digital lagi-lagi bisa digunakan secara maksimal guna mencari dana publik. Dengan teknologi digital publik yang dijangkau semakin luas. Proses donasi juga bisa dibuat transparan dan akuntabel. Penggunaan dana dilaporkan langsung kepada para donatur secara berkala. Dengan ini program donasi semakin kredibel.

Cara donasi digital bisa dibuat dalam beberapa program kreatif, menyenangkan dan punya tujuan yang jelas. Pertama, ada program donasi yang sifatnya terus menerus selama partai itu eksis atau boleh lah kita sebut donasi abadi. Untuk donasi seperti ini, partai harus “menjual” visi dan misi atau platform jangka panjang . Untuk apa partai ini hadir dan didirikan?

Besaran donasi juga harus ditentukan misalnya ada batas minimal dan maksimal. Iuran juga dilakukan secara berkala setiap bulan. Setiap donatur yang mengikuti program ini otomatis menjadi anggota dan diberikan kartu dan nomor anggota sebagai keistimewaan dan apresiasi yang tinggi dari partai.

Kedua, donasi berdasarkan isu atau tema kampanye tertentu. Pengurus partai membuat narasi kampanye dengan memfokuskam pada satu isu yang memang menjadi persoalan besar saat itu yang harus segera ditangani bersama. Misalnya isu melawan LGBT atau perang melawan sampah impor.

Penggalangan dana seperti ini dibatasi dalam waktu tertentu. Misalnya penggalangan dana hanya 90 hari kerja. Besaran donasi fleksibel dan tidak melebihi yang diatur oleh undang undang partai. Hasil penggalangan dana dan eksekusi program diumumkan secara berkala. Poal ini mirip dengan donasi sosial di dunia maya, seperti platform kitabisa.com.

Ketiga, partai bisa menggalang dana saat mendukung kandidat untuk maju dalam pemilihan umum kepala daerah dan presiden.

Tradisi menggalang donasi dalam mengusung calon memang belum pernah dilakukan partai di Indonesia. Selama ini partai lebih sering meminta dana kampanye dari para calon yang akan diusung.

Pola pendanaan ini sebaiknya harus terus dicoba. Sambil mengedukasi dan membiasakan rakyat gotong royong mendukung partai yang menjual perubahan di daerahnya.

Partai harus jeli melihat para kandidat dan sejauh mana tingkat kesukaan publik di satu daerah terhadap para calon. Partai harus bisa menjual gagasan, visi dan misi serta originilitas kandidat. Semakin baik kemasannya bisa jadi dukungan atau partisipasi dalam bentuk sumbangan dana akan semakin tinggi.

Pola donasi pilkada bisa diujicobakan di level daerah yang mungkin sudah maju pesat. Kota-kota metropolitan bisa menjadi bahan ujicoba pola donasi ini. Jangan lupa platform digital tetap perlu mendukung seluruh program donasi.

Keempat, sumber pendanaan partai bisa dilakukan melalui penjualan merchandise atribut partai. Mulai dari kaos yang casual, topi, celana, sepatu, tas, dompet dan pernak pernik lain dikelola dengan baik.

Partai Solidaritas lndonesia sudah mempelopori hal ini. Melalui websitenya mereka membuka penjualan merchandise partai bernama Toko Solidaritas. Toko Solidaritas dibuat seperti platform e commerse saat ini Bukalapak atau tokopedia. Selain partai yang berjualan, PSI juga membuka publik baik simpatisan untuk berjualan apapun di platform tersebut. Menarik!

Dengan pola penjualan seperti ini PSI mendapat dua keuntungan. Keuntungan profit penjualan, dan fee marketing dari market place dan keuntungan bisa membangun engagement dengan pelaku usaha. Jila mereka anggota dan simpatisan partai maka meraka akan semakin loyal.

Kelima, sumber pendanaan partai bisa dengan menggelar lelang amal. Partai bisa memadukam acara ini dengan gala dinner dan acara live musik. Tiket yang dijual dan barang barang yang dilelang hasilnya bisa menjadi dana operasional partai. Selamat mencoba.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *