Danai Rencana Gagalkan Pelantikan Jokowi, Seorang Perempuan di Bekasi Ditangkap

  • Whatsapp
Tersangka para pelaku rencana penggagalan pelantikan Jokowi.

INDOPOLTIKA.COM – Perempuan bernama Suci Rahayu alias Ayu ditangkap pihak kepolisian karena diduga terlibat dalam rencana menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin di Gedung DPR RI, Minggu (20/10/2019) lalu.

Ayu diduga mendanai rencana tersebut dengan memberikan uang senilai Rp700 juta untuk pembuatan peluru karet yang akan digunakan untuk menyerang polisi.

Baca Juga:

“Iya betul, Suci Rahayu alias Ayu,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto, saat dikonfirmasi wartwan, Kamis (24/10/2019).

Dari hasil penyelidikan polisi, Ayu memberikan uang untuk membuat peluru karet kepada SH,  tersangka yang lebih dulu ditangkap polisi dengan dugaan penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden. SH ditangkpa bersama lima orang lainnya yakni FAB, RH, HRS, E, dan PSM.

“Yang bersangkutan (Ayu) memberikan dana kepada tersangka Samsul Huda Rp700 juta untuk membeli perlengkapan katapel, peluru katapel, dan bom hidrogen untuk menyerang polisi,” ungkap Suyudi.

Suyudi juga mengungkapkan, Ayu masuk dalam WhatsApp Group berinisial F yang dibuat tersangka SH. Diketahui, grup tersebut bernama ‘Fisabilillah.’

Ayu diciduk polisi di kediamannya, kawasan Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin (21/10/2019). Hingga saat ini, Ayu masih dalam pemeriksaan intensif Polda Metro Jaya.

Peluru karet itu rencananya digunakan untuk menyerang aparat keamanan yang berjaga di Gedung DPR RI. Peluru bola karet tersebut dapat meledak karena mempunyai konsep seperti mercon banting di mana ada perantara bahan peledak di dalamnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman lima sampai dua puluh tahun penjara. (rma)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *