Pemerintahan

Datangi KSP, Gopan dan Pinsar Curhat ke Moeldoko

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima perwakilan dari Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) di Kantor Staf Presiden, Selasa (2/10). Sekitar 40 menit, Moeldoko berbincang dengan rombongan Gopan dan Pinsar dan mendengarkan persoalan mereka.

Menurut para peternak, sejak sekitar lima bulan terakhir, peternak ayam potong mengeluhkan harga bibit ayam atau day old chicken (DOC) mahal, Rp 8.000 per ekor. Mereka lantas berasumsi, harga bibit ayam mahal lantaran pasokan sangat sedikit. Namun, mereka merasa kecele karena pada saat panen 35 hari kemudian, harga jual ayam potong hidup anjlok, berkisar Rp 12.000-Rp 15.000 per kilogram ayam hidup (live bird).

“Peternak tidak pernah bisa menentukan harga. Harga jual ditentukan oleh pasar. Sedangkan, harga pakan dan DOC ditentukan oleh pabrik,” ungkap Herry Dermawan, Ketua Umum Gopan, saat bertemu dengan Moeldoko.

Mereka menduga, gejolak harga terjadi karena ada permainan pasokan oleh produsen bibit dan pakan ternak. Sebab, mereka juga memiliki bisnis peternakan ayam atau dikenal sebagai perusahaan integrator. Kondisi ini membuat peternakan rakyat tidak bisa bersaing dengan peternakan milik perusahaan integrator.

Harga jagung melambung

Tak cuma itu. Gopan dan Pinsar juga mengeluhkan, harga pakan sudah terlalu tinggi sejak April lalu. Menurut mereka, melambungnya harga jagung, yang merupakan bahan baku pakan, jadi biang keladinya. Saat ini, harga jagung telah mencapai Rp 4.500 per kilogram. Namun, jika impor jagung terus ditutup, mereka memperkirakan, harganya bisa tembus Rp 6.000 per kilogram.

Produsen pakan ternak telah menyiasati kekurangan jagung ini dengan memakai gandum sebagai substitusi. Namun, akibatnya, konsumsi pakan harus lebih banyak. Dermawan mengklaim, dulu ketika pakan berbahan baku jagung, satu kilogram ayam butuh pakan 1,6 kilogram. “Sekarang, satu kilogram ayam butuh pakan 1,8 kilogram,” tutur Dermawan.

Setelah mendengarkan persoalan Gopan dan Pinsar, Moeldoko menyarankan agar para peternak ayam pedaging dan petelur bersatu untuk memperkuat posisi mereka di pasar. Sebab, meski ada peraturan menteri dan aturan harga acuan dari Kementerian Perdagangan, pada praktiknya, kondisi pasar yang akan lebih menentukan harga.

Adapun, menyangkut peran integrator dan persoalan harga jagung, Moeldoko akan membicarakannya dengan semua pihak yang terkait. “Intinya, kami di KSP ingin selalu mendengarkan keluhan dari lapisan masyarakat,” kata Moeldoko menutup pertemuan.

img_9860

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close