INDOPOLITIKA.COM – Pemilihan umum baik Pilpres maupun pemilihan legislatif diambang menyentuh garis finish. Hasil pemilihan yang berlangsung serentak pada 14 Februari lalu itu, kini mendekati proses akhir.  

Tentunya, pada pelaksanaan pemilu ini, ada yang berhak lolos sebagai pejabat publik dan ada juga yang gagal terpilih. Bagi yang tidak terpilih, akan berpengaruh pada kondisi kesehatan mental. 

Karena itu, bagi siapapun caleg yang gagal dalam pemilihan umum 2024 ini, untuk tidak ragu mendatangi rumah sakit terdekat memeriksakan diri, sebagaimana pesan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.  

“Mohon maaf, caleg terutama yang gagal, tapi juga yang berhasil juga, kalau kira-kira ada masalah, terutama berkaitan dengan masalah kejiwaan, masalah psikis, itu tidak usah malu, tidak usah ragu untuk berkonsultasi ke rumah sakit terdekat. Karena itu demi kebaikan kita bersama,” kata Muhadjir di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, kemarin.  

Mantan Menteri Pendidikan itu menegaskan, pada dasarnya semua orang memiliki masalah mentalnya masing-masing. Tidak ada orang yang tidak punya masalah.  

Sebab itu, dia meminta, bagi para caleg yang gagal maupun yang lolos ke parlemen apabila memiliki masalah mental untuk berkonsultasi kepada ahlinya. 

“Bukan caleg gagal saja, caleg yang berhasil bisa saja juga sebetulnya mengalami gangguan mental. Karena itu tidak usah malu, tidak usah ragu untuk berkonsultasi. Karena itu justru yang lebih baik, kebaikan kita semua,” tegasnya.  

Muhadjir mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyiapkan rumah sakit untuk melayani dan merawat para caleg gagal yang mengalami gangguan kesehatan mental. Menurut dia, biayanya pun gratis karena sudah terakomodasi oleh BPJS Kesehatan. 

“Semua rumah sakit siap untuk melayani dan menampung, memberi konsultasi, sampai merawat mereka yang punya masalah. Dan gratis ya, karena ada BPJS Kesehatannya,” jelas eks rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com