Delapan Bayi yang Pernah Bicara dalam Buaian, Salah Satunya Nabi Muhammad SAW

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan, ada tiga bayi yang pernah bicara dalam buaian: Nabi Isa ‘alaihissalam, bayi yang menjadi saksi bagi Nabi Yusuf ‘alaihissalam, dan bayi yang dituduh sebagai anak Juraij. Padahal, mereka belum saatnya bicara seperti orang dewasa. Apalagi, mengatakan sesuatu yang hak.

Namun dalam riwayat Ibnu ‘Abbas, bayi yang pernah bicara dalam buaian ada empat; dalam riwayat al-Dhahak ada tujuh; bahkan dalam Sirah al-Waqidi, sebagaimana dikutip al-Qusthulani, ada delapan.

Berita Lainnya

Menurut penulis Irsyad al-Sari itu, perbedaan jumlah ini disebabkan beberapa kemungkinan: (1) tiga bayi dimaksud berasal dari kalangan Bani Israil; (2) hadits itu disampaikan sebelum diketahui ada penambahan; (3) ketiga bayi tersebut belum termasuk bayi-bayi yang lain.

Nabi Isa Alaihissalam

Selanjutnya, al-Qustulani merinci kedelapan bayi tersebut. Pertama, Nabi Isa ‘alaihissalam. Dikisahkan dalam Al-Quran, setelah Nabi Isa ‘alaihissalam lahir, Siti Maryam menggendong sang bayi menemui kaumnya. Namun, di depan mereka, Siti Maryam malah mendapat tuduhan keji, sebagaimana dalam ayat, Hai Maryam, sesungguhnya engkau telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun (Maryam), ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina, (Q.S. Maryam [19]: 29-30).

Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, sebagaimana dalam ayat, “Bagaimana kami berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” Tiba-tiba Nabi Isa (bayi) menjawab, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia akan menjadikanku seorang nabi,” (Q.S. Maryam [19]: 29-30).

Bayi Yang Dianggap Sebagai Anak Juraijz

Kedua, bayi yang dianggap sebagai anak Juraijz. Dikisahkan, Juraij sendiri seorang shalih ahli ibadah dari kalangan Bani Israil. Sayangnya, ia pernah membuat ibunya kesal. Kesal karena sudah tiga kali datang untuk menjenguknya, tapi selalu gagal. Pasalnya, Juraij sibuk dengan shalat dan ibadahnya. Akhirnya sang ibunda berdoa dan doanya dikabulkan Allah. Dalam doanya, ia memohon agar Dia tidak mencabut ajal Juraij sebelum diperlihatkan kepada wajah wanita pezina. Allah pun memperkenankan doa sang bunda.

Juraij didatangi seorang wanita yang menawarkan diri kepadanya. Wanita itu mencoba menggodanya. Namun, Juraij menolak. Akhirnya, wanita tersebut  tidur dengan seorang pengembala kambing dan melampiaskan nafsu dengannya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *