Delapan Bayi yang Pernah Bicara dalam Buaian, Salah Satunya Nabi Muhammad SAW

  • Whatsapp

Keduanya pun mendapati al-Aziz di depan kamar. Untuk menutupi keburukannya, Zulaikha balik menuduh Nabi Yusuf ‘alaihissalam, sebagaimana dalam ayat, “Apa pembalasan bagi orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?” Kemudian, Nabi ‘alaihissalam menyampaikan apa adanya, “Justru dia yang menggodaku dan menundukkan diriku.”

Dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta,” (Q.S. Yusuf [12]: 25-26).

Berita Lainnya

Keluarga Zulaikha yang memberi kesaksian dimaksud adalah putra pamannya yang masih bayi, sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu ‘Abbas, Sa‘id ibn Jubair, dan al-Dhahak, dan dimuat dalam Tafsir al-Thabari.

Bayi Masyithah

Kelima, bayi Masyithah saat Masyithah sendiri akan dilemparkan ke dalam wajan panas. Dikisahkan, Masyithah adalah juru sisir anak Fir‘aun yang beriman kepada Allah. Suatu ketika, keimanannya diketahui oleh Raja Mesir itu. Dia pun geram dan kemudian menyiapkan hukuman untuknya.

Namun, Masyithah tak gentar walau diri dan anak-anaknya harus dimasukkan ke dalam wajan yang sudah dipanaskan. Allah pun meneguhkan keyakinan Masyithah melalui anak bayinya. Dia tunjukkan satu kuasa-Nya, Dia berikan kemampuan bicara kepada sang bayi, sehingga mampu mempertebal dan meneguhkan keimanan Masyithah. Kala itu, sang bayi yang belum saatnya bicara, tiba-tiba buka suara, “Wahai ibu, masukkanlah dirimu. Sebab, siksa dunia lebih ringan dari siksa akhirat.” Demikian berdasarkan hadis riwayat Ahmad.

Bayi Seorang Ibu Di Tengah Ashabul Ukhdzudz

Keenam, bayi seorang ibu di tengah Ashabul Ukhdzudz. Ukhdud sendiri adalah celah besar memanjang di tanah seperti parit.  Jadi Ashabul Ukhdud adalah orang-orang yang membuat parit. Di dalamnya mereka menyalakan api untuk membakar orang-orang yang beriman kepada Allah.

Di antara yang akan dilemparkan ke dalam parit yang menyala itu seorang ibu yang membawa bayinya. Sang ibu sempat menunda dirinya masuk ke dalam parit. Namun, bayinya segera meyakinkan, “Wahai ibunda, bersabarlah, sebab engkau berada di jalan kebenaran.”demikian yang diriwayatkan oleh Muslim.

 !–nextpage–>

Nabi Yahya ibn Zakariya ‘alaihimassalam

Ketujuh, Nabi Yahya ibn Zakariya ‘alaihimassalam. Al-Dhahak menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa Nabi Yahya ibn Zakariya ‘alaihimassalam juga bisa berbicara saat dalam buaian, sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Tsa‘labi.

Nabi Muhammad SAW

Kedelapan, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam Sirah al-Waqidi, disebutkan bahwa pada awal-awal kelahirannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah bicara. Menurut riwayat Ibnu ‘Abbas, Siti Halimah adalah wanita pertama yang menyapih Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kecil bicara. Begitu disapih, beliau mengucap, Allahu akbar kabira, walhamdulillahi katsira, wasubhanallahi bukrataw waashila. Demikian yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi.

Demikian bayi-bayi yang pernah bicara dalam buaian ibunya, sebagaimana yang disarikan dari kitab Syarh al-Qusthulani. (Lihat: Ahmad ibn Muhammad al-Qusthulani, Irsyad al-Sari, [Mesir: al-Mathba‘ah al-Amiriyyah], 1323 H, Cet. Ketujuh, Jilid 5, hal. 412). Sungguh Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Wallahu a’lam.[asa]

Sumber: Konten Adalah Milik dan Hak Cipta Www.Islam.Nu.Or.Id

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *