Demo Tolak HRS di Makassar Berakhir Ricuh, Seorang Pedemo Terkena Busur Panah

  • Whatsapp
Demo tolak kedatangan HRS di Makassar. Foto: net

INDOPOLITIKA.COM – Aksi tolak kedatangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang dilakukan kelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri Masyarakat Sulawesi Selatan di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, pada Selasa (1/12) berakhir ricuh.

Massa aksi seketika kocar-kacir diserang OTK dengan lemparan batu dan dikejar. “Yang demo dilempari batu, terhambur mi (kocar-kacir),” kata Kasi Humas Polsek Ujung Pandang Bripka Suwandhi.

Berita Lainnya

Seperti diketahui, saat melakukan unjuk rasa menolak Habib Rizieq di Makassar, massa aksi sempat menahan sebuah truk untuk menyampaikan orasi. Massa juga menempelkan spanduk bergambar penolakan Habib Rizieq dan tulisan ‘Tolak kedatangan Habib Rizieq di Sulawesi Selatan’.

FPI Makassar sendiri menyebut para pedemo tersebut massa bayaran. Diserang OTK, seorang pedemo dikabarkan terkena busur panah. Namun, polisi belum mengetahui pihak penyerang massa penolak Habib Rizieq. “Ada korban yang terkena busur. Iya satu orang pengunjuk rasa,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo.

Polisi kata Kombes Ibrahim, akan menyelidiki kasus ini. Pasalnya, ini kata dia adalah penyerangan. “Ini merupakan penyerangan. Jadi akan kita proses,” tegas Ibrahim.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI), Abu Thoriq menyebut, memang ada rencana Habib Rizieq menggelar safari dakwah ke Indonesia Timur. Termasuk Makassar. Namun, sepertinya kata Abu Thoriq, batal tahun ini. Sebab, kondisi kesehatan Habib Rizieq terganggu.

Sekretaris FPI Sulsel, Agus Salim Syam mengatakan, pihaknya juga tak mengetahui massa penyerang pendemo Habib Rizieq. Soalnya kata Agus Salim, dia baru tahu informasi itu dari media kemarin jelang magrib. “Tadi kegiatan seperti itu dan siapa membubarkan belum terlalu jelas,” ujar Agus.

Agus sendiri menyayangkan adanya aksi penolakan tersebut. Dia mengaku bingung kenapa Habib Rizieq yang tidak pernah merugikan negara, tidak pernah korupsi tapi diantipati.

“Justru banyak koruptor yang merusak ini negara diterima dengan senang hati, justru yang mau memperbaiki negara ditolak. Ini kan akal sehatnya tidak berjalan orang yang seperti ini. Saya menyayangkan seperti ini, apalagi kalau aksi ini aksi bayaran,” beber Agus. [ind]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *