Demokrat Desak BPK dan KPK Audit Pembelian Robot Damkar Dinas PKP

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pembelian alat robotik seharga Rp 37,4 miliar mendapatkan kritikan pedas dari Kader Partai Demokrat. BPK dan KPK diminta untuk segara melakukan audit terhadap penggunaan APBD DKI oleh Pemda.

Diduga kuat, pembelian Robot dengan harga fantatis upaya bagi-bagi kue APBD DKI untuk kepentingan pejabat.

Baca juga:

“Kita minta BPK KPK untuk melakukan audit anggaran di Dinas Damkar. Apakah sudah sesuai dengan Kepres. Lalu apakah sudah ada kajiannya untuk pembelian robot tersebut. Mengingat harga robot yang sangat mahal sekali,” ujar Wakil Sekretaris DPD PD DKI, H Amirulla atau biasa disapa Amink kepada wartawan, Jumat (14/2/2020).

Tidak hanya itu, mantan politisi PPP ini pun mencurigai adanya oknum pejabat Damkar yang ‘bermain’ dengan pengusaha Robot seharga Rp 37 miliar tersebut. Karena, dalam prosesnya terkesan begitu mudah disetujui, meski dengan harga selangit.

“KPK harus mengecek dokumen pengadaan barang Robot Rp 37 miliar tersebut. Apakah ada oknum anggota DPRD yang ikut ‘bermain mata’ dengan pengusaha dan pejabat Damkar sehingga menyetujui beli Robot seharga 37 milyar,” bebernya.

Lebih jauh, wakil ketua Bamus Betawi ini pun menyesalkan jika APBD DKI yang seharusnya diperuntukan bagi kesejahteraan warga. Justru, terkesan dibagi-bagi dengan mudahnya tanpa memikirkan manfaat dari penggunaan APBD DKI yang berasal dari masyarakat Jakarta.

“Pembelian robot damkar ini akan menciptakan penilaian di masyarakat, bahwa kepemimpinan Gubernur Anies sangat boros dan senang menghamburkan uang rakyat. Apakah robot ini bisa berfungsi dengan optimal. Mengingat  sparepart dan pabriknya tidak ada di Indonesia. Wajib hukumnya jika dilakukan audit oleh BPK,” ujarnya.

Selain persoalan sparepart, Amink yang juga menjabat Bendahara GP. Ansor DKI dan Alumni PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) mempertanyakan perangkat remot kontrol yang digunakan.

“Apakah bisa bertahan lama. Kalau nanti rusak dimana bisa memperbaikinya. Belum lagi maintenence-nya. Apakah kalau ada kerusakan sparepart bisa diperbaiki. Yang terpenting lagi, Robot damkar ini menggunakan baterai yang hanya bertahan 10 jam,” katanya.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta telah membeli robotik untuk pemadam kebakaran Dok-ing MVF-U3 untuk evakuasi menjangkau area terowongan MRT dan LRT serta lokasi-lokasi yang berbahaya.

Dilihat dari akun Instagram Dinas PKP DKI Jakarta, @humasjakfire, robot tersebut berbentuk mobil berwarna merah. Robot tersebut memiliki alat penyemprot air untuk memadamkan api.

Robot tersebut dibeli dari Kroasia. Dilihat dari situs LPSE DKI Jakarta, harga robot tersebut Rp 37,4 miliar.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *