Demokrat DKI Sarankan Anies Masuk Partai Bila Ingin Nyapres

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur DKI Anies Baswedan disarankan masuk partai politik jika ingin maju menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

Saran itu disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono. Ia menilai Anies percuma punya elektabilitas tinggi kalau tidak masuk partai politik.

Bacaan Lainnya

“Makanya saran saya segeralah jadi kader partai politik, untuk menjaga elektabilitas supaya bisa bergerak di situ,” ujar Mujiyono dalam keterangan di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Dia membandingkan elektabilitas Anies dengan ketua umum (ketum) partai politik (parpol). “Jadi ibaratnya nyetir mobil, Anies mobil sewaan, sementara ketum, meski langkahnya belum secepat Anies, tapi mobil sendiri,” ujar dia.

Sejumlah lembaga survei menempatkan nama Anies dalam bursa Capres 2024. Namun hingga kini, Anies belum menentukan kendaraan politik yang akan membawanya menuju Pilpres 2024, sementara jabatan Gubernur DKI Jakarta yang saat ini menopang elektabilitas Anies Baswedan akan berakhir pada 16 Oktober 2022.

Berakhirnya masa kerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2022 mendatang dinilai akan menggerus elektabilitasnya sendiri.

“Bagaimana Anies langkah ke depan, terus memposisikan diri, terus bergerak jangan kendor. Karena dua tahun ini bisa bikin elektabilitas turun,” ungkap Mujiyono.

Di sisi lain, Mujiyono membandingkan hal itu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga sering mendapatkan elektabilitas tinggi pada setiap survei yang dilakukan beberapa lembaga survei.

Kini, kata Mujiyono, AHY terus bergerak ke setiap penjuru Tanah Air bersama Partai Demokrat.

“Sementara ketum meski elektabilitasnya masih jauh dari Anies tapi kendaraannya ada, jadi masih bisa. Kalau Anies mau ke daerah gimana?,” jelasnya.

Dia mengatakan, kalau AHY ke daerah jelas di sana ada kepengurusan dan infrastruktur partai. “Jadi seorang ketum kan berhak datang ke wilayah-wilayah,” imbuhnya.

Diakuinya, tak sedikit kader Partai Demokrat di Jakarta dan konstituen menyuarakan untuk menduetkan Anies dengan AHY sebagai Capres dan Cawapres 2024.

“Karena kami punya sarana. Mungkin bisa untuk sekarang ‘starting’-nya Anies-AHY karena Anies elektabilitasnya lebih tinggi. Tapi kalau nanti Pak Anies sudah tidak jadi gubernur kan bisa turun,” pungkasnya.[fed]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.