Demokrat Ngebet Ingin Kadernya jadi Pendamping Anies

  • Whatsapp
Partai Demokrat

INDOPOLITIKA – Mandeknya pemilihan Wagub DKI disinyalir dikarenakan masih alot komunikasi yang dilakukan PKS dan Gerindra. Tarik ulur antara dua partai pengusung Anies Baswedan ini pun diperkirakan akan berlanjut dan tak akan menemui kesepakatan tanpa batas waktu.

Alhasil fraksi-fraksi di luar partai pengusung di Kebon Sirih, mulai menawarkan diri untuk mengajukan kadernya menjadi pendamping Anies di sisa masa jabatan Gubernur.

Baca Juga:

Adalah fraksi Femokrat DPRD DKI yang menawarkan kadernya untuk menjadi Wagub DKI Jakarta. Jika calon PKS dan Gerinda tidak disepakati kedua partai tersebut.

“Jadi kalau PKS dan Gerindra tidak ada publik figur untuk Wagub. Maka Demokrat siap mencalonkan diri untuk mengisi bangku Wagub. Demokrat punya banyak kader kualitas untuk diajukan menjadi wagub,” ujar Nur Afni Sajim saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta Rabu (3/8).

Menurut anggota dewan yang tiga kali terpilih dari dapil 9 Jakbar ini. PKS dan Gerindra memiliki peranan penting dalam percepatan proses pemilihan. Sebab, dalam sejumlah rapim yang digelar. Justru, kedua pimpinan parpol pengusung kerap tidak ikut hadir.

“Kita harapkan Oktober menjadi batas akhir pemilihan wagub Jakarta. Sebab gubernur membutuhkan bantuan untuk melaksanakan pembangunan pada APBD DKI 2020,” jelasnya.

Lebih lanjut, Afni pun mengusulkan untuk mencapai proses paripurna pemilihan wagub agar dilakukan pembentukan pansus ulang. Hal itu untuk memperlancar proses pemilihan wagub yang diharapkannya bisa rampung.

“Jadi gini kalau memang diharuskan membentuk Pansus Wagub saya setuju. Tetapi isinya harus hasil yang lama, jangan isi pansus diubah-ubah kembali, kalau diubah waktu akan lama lagi,” tandasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *