Denny Siregar: FPI Organisasi Teroris

  • Whatsapp
Denny Siregar

INDOPOLITIKA.COM — Pegiat media sosial Denny Siregar membuat dua buah tulisan yang membahas tentang Frot Pembela Islam (FPI). Tulisan Denny Siregar yang diunggahnya di laman facebooknya itu berjudul “FPI Organisasi Teroris”.

Berikut tulisannya:

Berita Lainnya

FPI ORGANISASI TERORIS

Bagian 1 : JAD menyusup ke FPI

Kemaren malam saya habis ngobrol2 dengan seorang teman yang “tahu” apa yang terjadi tentang maraknya penangkapan teroris oleh Densus 88 ini.

Mungkin ceritanya agak panjang, tapi gapapa. Saya rencananya memang mau bikin serial tulisan lagi, supaya kita semua juga bisa mengikuti sepak terjangnya polisi.

Sekarang ini sudah 33 teroris yang ditangkap polisi pasca bom bunuh diri di Makasar. Salah satunya pensiunan BUMN. Gak heran, BUMN kita dalam 10 tahun pemerintahan SBY, banyak disusupi oleh kelompok radikal yang berpotensi jadi teroris.

Dari 33 teroris itu, puluhan lainnya anggota FPI aktif. Mereka semua terkoneksi dalam satu jaringan yaitu villa Mutiara. Kenapa dinamakan villa Mutiara ? Karena mereka semua mendapat pelatihan teror di sebuah komplek perumahan bernama villa Mutiara di Makasar.

Villa Mutiara ini dulunya, tahun 2015, sebagai tempat pembaiatan ISIS yang dihadiri oleh Munarman. Sehabis pembaiatan, dua orang pasangan kemudian berangkat ke Filipina dan meledakkan diri mereka di gereja Katedral disana.

Di villa Mutiara inilah kelompok teroris JAD atau Jamaah Ansharut Daulah menyusup ke dalam FPI. JAD ini adalah organisasi teroris pimpinan Abu Bakar Baasyir. Di villa Mutiara ini mereka berkedok pengajian, tapi disana rutin pelatihan militer sekaligus pembuatan bom bunuh diri.

Kenapa FPI dipilih sebagai tempat penyusupan JAD ? Kan paham mereka sangat berbeda ? FPI itu ahlusunnah wal jamaah, sedangkan JAD itu wahabi ?

Ini yang menarik. Meski berbeda paham, tapi JAD butuh inang baru sesudah mereka diberantas habis oleh Densus 88. Lagian FPI waktu itu adalah ormas yang diakui pemerintah. Jadi anggota JAD bisa sembunyi didalamnya, sekaligus mencuci otak orang2 FPI supaya mau melakukan bom bunuh diri untuk mencapai tujuan.

Munarman sangat paham ini. Dia berperan besar dalam memasukkan anggota JAD ke tubuh FPI, karena dia butuh orang2 yang bisa melatih FPI dalam hal kemiliteran. Dan yang bisa menyatukan FPI dan JAD dalam satu ideologi adalah ISIS, yang pada waktu itu dianggap sebagai organisasi besar dan akan menguasai dunia atas nama agama.

Itulah kenapa terjadi pembaiatan ISIS disana. Munarman gak usah ngelak. Jejak dia terpampang jelas disana. Videonya juga ada.

Kenapa dulu polisi gak bisa bertindak menangkapi kelompok teroris itu ? Karena dulu polisi masih pake UU terorisme tahun 2003.

UU itu menyulitkan polisi. Mereka baru bisa bergerak kalau sudah ada kejadian. Aparat gak punya payung hukum yg kuat. Meski tahu si A itu teroris dan mau ngebom, polisi harus menunggu si A itu ngebom dulu baru bisa bertindak. Telat, kan ?

Nah, tahun 2018, UU terorisme itu direvisi. Polisi bisa lebih aktif menangkap orang yang dicurigai sebagai teroris. Meski agak terlambat, tapi lumayanlah daripada tidak sama sekali..

Ketika tau UU terorisme itu mau direvisi dan akan menyulitkan pergerakan mereka, anggota2 JAD mencoba menekan pemerintah dengan mengaktifkan bomber2nya

Ingat kan kejadian tahun 2018, waktu ada satu keluarga bom bunuh diri di gereja Surabaya ?

Tahun 2018 itu memang masa dimana anggota2 JAD sedang ngamuk2nya. Sebelum bom di Surabaya, mereka ngamuk dulu di Mako Brimob dan membunuh 5 anggota polisi disana..

Tapi revisi UU itu jalan terus. Sesudah diketok di DPR, polisi semakin punya payung hukum untuk menangkapi para teroris itu..

Eh, panjang ya ? Lanjut ngga ? Seruput kopi dulu, mumpung imsak masih lama..😄

FPI ORGANISASI TERORIS II

Bagian 2 : Perekrutan calon pengantin

Ada yang menarik dalam proses perekrutan di villa Mutiara Makassar itu..

Sesudah JAD masuk ke dalam tubuh FPI, maka mereka membangun sistem perekrutan “pengantin ” dalam struktur yang lebih kecil, yaitu keluarga..

Anggota2 FPI diwajibkan membawa keluarga sekitar dan terdekatnya untuk terlibat dalam “pengajian” di villa Makassar.

Gunanya sistem rekrut dengan model keluarga ini adalah supaya mereka bisa mengidentifikasi orang2 yang masuk dalam pengajian, berdasarkan rekomendasi. Ini mirip sistem MLM. Si A sebagai bapak, wajib mengajak istri atau anak dalam “pengajian”.

Begitu juga misalnya si B yang baru menikah, wajib membawa pasangannya untuk masuk ke dalam. Kalau belum punya pasangan, akan dijodohkan dengan orang2 yang sudah terlibat di pengajian. Makanya bomber di Filipina dan Makassar itu adalah pasangan muda. Bahkan bomber di Makassar, yang wanita sedang hamil 4 bulan. Gila, ya ?

Nah awalnya supaya meyakinkan, maka model pengajiannya seperti pengajian biasa, sambil terus dipantau bibit2 barunya. Baru nanti disusupkan ideologi pembentukan negara Islam sebagai kewajiban seorang muslim yang taat pada agama. Level selanjutnya, mulai cuci otak dengan penggambaran bahwa negara ini thogut, polisi kafir dsbnya.

Ketika “anggota keluarga” itu hadir terus dalam pengajian, maka dimulailah pendekatan personal. Otak mereka dicuci terus dgn ayat dan hadis ttg jihad, cara masuk surga yang paling singkat, yang akan menghapus seluruh dosa2 mereka di dunia. Ini sangat efektif, krn yang masuk pengajian di villa Makassar itu banyak yg punya masalah dalam kehidupan nyatanya.

Sesudah itu, kelompok dibagi2 berdasar gender. Yang laki2 dgn laki. Mereka dilatih ala militer, perang2an, penguasaan senjata tajam, sampai pengenalan terhadap bom dengan bahan2 yang mudah didapat. Ini keahlian anggota JAD yang memang mereka dulu dilatih untuk itu.

Sedangkan yang perempuan, dibagi lagi. Ada yang sebagai motivator, ada yang berperan utk survey lokasi, dan ada yang menjadi “pengantin” atau bombernya. Anak2 merekapun disiapkan untuk menjadi bomber, mirip seperti satu keluarga yang melakukan bom bunuh diri di Surabaya dua tahun lalu.

Ketika polisi menggerebek villa Mutiara, dua orang lelaki tewas karena melawan. Hubungan mereka adalah mertua dan menantu.

Yang berbahaya, karena jaringan villa Mutiara itu terbentuk sudah lama, sejak 2015, dikhawatirkan mereka sudah menyebar kemana2. Sebagian dari mereka menjadi lone wolf, atau bomber yang tidak terkait dengan organisasi manapun. Tidak mudah melacak mereka, karena tempat mereka berpindah2.

Itulah kenapa akhirnya FPI dibubarkan. Ini dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran. Seperti film World Z War, dimana Brad Pitt akhirnya memotong tangan seorang prajurit wanita, supaya virusnya tidak bermutasi ke seluruh tubuh.

Tapi pembubaran FPI ini punya konsekuensi berat. Mereka melawan. 6 orang tewas dihajar polisi karena melawan. Sedangkan kelompok sisanya berencana melakukan bom serentak di seluruh Indonesia.

Kita teruskan besok, ya… Bagian yang paling seru. Sebuah rencana gila untuk membakar Indonesia dengan ratusan bom pipa dan bom TATP atau dikenal dgn nama mother of satan.
Seruput dulu kopinya.. ☕

[IND]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *