Desak Bayar Rp 30 Miliar, Fahri Hamzah Ingin Bikin PKS Bangkrut

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Fahri Hamzah melalui kuasa hukumnya, Mujahid A Latief mendesak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk segera melaksanakan putusakan pengadilan dengan membayar Rp 30 miliar kepada kliennya.

Desakan tersebut menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengharuskan PKS membatalkan  pemecatan Fahri dan membayar ganti rugi sebesar Rp 30 miliar.

Baca Juga:

Menurut Mujahid, sejak ada putusan tersebut, PKS tidak ada respon walaupun sudah diberikan surat dan dipanggil ke pengadilan, hingga pihaknya memutuskan untuk mengajukan permohonan eksekusi.

“Sebetulnya poin penting kami adalah mengingatkan kembali PKS untuk segera melaksanakan isi putusan pengadilan,” kata Mujahid.

Mujahid mengatakan, pihaknya mengajukan eksekusi dengan menyerahkan data tambahan terhadap harta benda milik PKS di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

“Apa sih kendalanya? Ini yang kami tidak tahu, makanya hari ini kami serahkan lagi beberapa data tambahan. Mudah-mudahan dengan ini segera ditindaklanjuti dan PKS segera melaksanakan isi putusan ini supaya tidak berkepanjangan. Kita ingin ini segera selesai,” kata Mujahid.

Apalagi, kata Mujahid, sejak putusan MA tersebut sampai saat ini sudah berlangsung sejak Oktober tahun lalu.

Berbagai tahapan juga sudah dilakukan, mulai dari sukarela hingga panggilan PN, sama sekali tak diindahkan oleh PKS sehingga pihaknya mengajukan sita eksekusi harta benda tersebut baik yang berupa harya bergerak maupun tidak bergerak.

Diketahui, perseteruan antara Fahri dan PKS bermula pada 2016. Kala itu, Fahri dipecat dari seluruh jenjang jabatan di kepartaian. Fahri yang tidak terima dengan dengan keputusan tersebut lalu melayangkan gugatan di PN Jakarta Selatan.

Dalam gugatannya, Fahri menuntut PKS membayar ganti rugi materiil sebesar Rp 1,6 juta dan imateriil senilai lebih dari Rp 500 miliar.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *