Desmon: Ini Namanya Presiden Bohong-bohongan

  • Whatsapp
Desmond Junaedi Mahesa

INDOPOLITIKA.COM- Anggota Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa geram melihat Presiden Jokowi memutuskan menunda pengesahan RUU KUHP ketika ramai diprotes masyarakat. Dia tidak terima dengan sikap Presiden itu.

“Dia yang nyusun, dia yang mau, begitu tiba-tiba diprotes orang ditarik, ditunda. Jadi presiden ini kan nggak peka, nggak peka dalam konteks, ya pemerintahnya ini nggak beres, harusnya dikonsultasikan dulu,” ujar Desmond di DPR.

Baca Juga:

Desmond mutung. Sekretaris Fraksi Partai Gerindra ini menuntut Jokowi pun membatalkan revisi UU KPK yang baru, termasuk UU Pemasyarakatan.

“Menurut saya UU KPK juga harus ditarik. UU Pemasyarakatan harus ditarik juga. Kenapa? Karena satu napas dengan KUHP ini juga. Kalau nggak itu namanya presidennya bohong-bohongan. Sebenarnya semua ini kan maunya pemerintah, DPR kan cuma oke-oke aja,” katanya.

Desmond menjelaskan, Gerindra yang terpaksa ikut dalam pembahasan produk legislasi tersebut, merasa telah ditelikung di tikungan akhir oleh Presiden.

Ketua DPP Partai Gerindra itu meminta Jokowi tidak mempermalukan DPR. Dia mengatakan presiden tak seharusnya meminta penundaan pengesahan RKUHP yang rencananya dilakukan jelang masa jabatan DPR periode 2019-2024 berakhir.

“Jangan dijadikan lembaga perwakilan rakyat jadi stempel dan seolah-olah jadi badut,” tegas dia.

Jokowi sebelumnya meminta DPR menunda pengesahan RUU KUHP. Jokowi ingin masukan dari berbagai kalangan didengarkan. Selain itu, dia mengaku telah memerintahkan Menkum HAM Yasonna Laoly menyampaikan sikap pemerintah ke DPR.

“Saya terus mengikuti perkembangan pembahasan RUU KUHP secara saksama. Dan setelah mencermati masukan-masukan dari berbagai kalangan yang berkeberatan dengan sejumlah substansi-substansi RUU KUHP, saya berkesimpulan, masih ada materi-materi yang butuh pendalaman lebih lanjut,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Jumat (20/9).[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *