Deteksi Virus COVID-19 Bersama ‘Mata Api’

  • Whatsapp
Petugas medis di salah satu rumah sakit, Cina. Foto: Xinhua News.

INDOPOLITIKA.COM – Pada 14 Februari, 34 menit lewat tengah malam, dengan 446 sampel dari pasien yang diduga terinfeksi COVID-19 tiba, jam sibuk di laboratorium Huoyan (Mata Api) 24 jam telah dimulai.

Dalam cerita rakyat Tiongkok, tatapan mata api yang tajam memungkinkan Kera Sakti untuk melihat semua tipuan monster. Di Wuhan, pusat wabah COVID-19, sebuah laboratorium pengujian memakai nama itu dan bersiap dalam perang melawan virus.

Bacaan Lainnya

Sejak tanggal 5 hingga 15 Februari, laboratorium Huoyan sudah menguji hampir 20.000 sampel, menurut laporan Science and Technology Daily.

Laboratorium yang dioperasikan oleh Beijing Genomics Institute (BGI) ini dibangun hanya dalam lima hari untuk memberikan dukungan pengujian untuk Wuhan dan kota-kota sekitarnya, mempercepat pemindaian dan diagnosis pasien COVID-19.

Direktur laboratorium Tian Zhijian mengatakan pemindaian sampel asam nukleat yang cepat dan efektif dapat manfaatkan waktu yang berharga untuk perawatan pasien dan karantina kontak dekat, dan melindungi pekerja medis.

Laboratorium ini juga, seperti dikutip Xinhua News, dapat melakukan pemindaian skala besar untuk pabrik dan perusahaan sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pekerjaan. Lab ini dirancang untuk menguji hingga 10.000 sampel sehari, kata Tian.

Sampel biasanya tiba di malam hari, sebagian besar dari tengah malam sampai sekitar pukul 4 pagi. Dibutuhkan rata-rata enam hingga tujuh jam bagi staf lab untuk memberikan hasil. Mereka bekerja dalam tiga shift sepanjang waktu.

Hasil sampel dari hari sebelumnya biasanya dikirim sebelum delapan 8 pagi, memungkinkan para dokter untuk menyesuaikan rencana perawatan segera, ujar Zhu Shida, yang bertanggung jawab atas bisnis BGI di Tiongkok tengah.

Zhu mengatakan mengekstraksi sampel asam nukleat dari lendir pasien yang diambil dari hidung, tenggorokan, atau dahak menempatkan pekerja laboratorium pada risiko tinggi infeksi, sehingga ekstraksi dilakukan di lemari pengaman biologis dan pengujiannya di laboratorium bertekanan negatif.

Prosedur laboratorium membutuhkan ketelitian, tetapi bisa sulit untuk menangani tabung kecil sambil mengenakan pakaian pelindung tebal di ruang kecil, kata pekerja laboratorium bernama Hao Yingge.

Teknologi canggih telah diterapkan untuk memastikan akurasi pengujian dan merampingkan proses.

Sistem persiapan sampel otomatis yang dikembangkan oleh BGI dapat mengekstraksi asam nukleat dan memproses ratusan sampel secara bersamaan tanpa intervensi manual, kata Zhu.

Laboratorium seluas 2.000 meter persegi mencakup 1.000 meter persegi area pengujian yang dirancang secara ketat sebagai laboratorium P2 (Keamanan Biologi Tingkat Kedua) dan dilengkapi dengan peralatan sekuens jumlah tinggi.

Laboratorium Huoyan juga memiliki 30 lemari pengaman biologis, serangkaian 12 platform ekstraksi asam nukleat otomatis, ruang persiapan sampel terpisah, ruang penyimpanan reagen dan area kantor.

Laboratorium itu dingin dan banyak pekerja memakai mantel di dalam pakaian pelindung, membuat semua orang terlihat besar.

“Kami saling menggoda karena kami terlihat seperti Baymax di film Big Hero 6 dan kami mengabdikan diri untuk memburu virus,” kata Tian.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *