Dewas TVRI Tak Punya Dasar Kuat Pecat Helmy Yahya, Komisi I Berani Lengserkan?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Polemik pemecatan eks Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya kian menarik perhatian. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, kemarin, Helmy secara gamblang menjelaskan kronologi kasus pemecatan dirinya ini.

Helmy membantah semua tuduhan Dewas, termasuk polemik hak siar Liga Inggris dan Kuis Siapa Berani. Dan nampaknya, seluruh Anggota Komisi I yang hadir dalam rapat hanya punya satu pertanyaan besar ‘APA SALAH Helmy Yahya” sebenarnya.

Bacaan Lainnya

Kenapa pertanyaan ini mencuat? Disimak dari penjelasan Helmy dan Dewas TVRI sebelumnya, Komisi I meyakini bahwa Dewas sebenarnya tidak memiliki dasar kuat untuk memecat Helmy Yahya.

Salah seorang anggota Komisi I Nico Siahaan yang berkesempatan menyanggah pembelaan diri Helmy Yahya dalam kesempatan ini, mengaku tidak habis pikir dengan tindakan pemecatan yang dilakukan Dewas TVRY meski sebelumnya, Komisi I sudah memberikan kesempatan kepada Dewas maupun Helmy untuk bisa rekonsiliasi. Tenggat waktu yang diberikan pun dua bulan.

Namun apa yang terjadi, kata Nico, Dewas tidak mau lama-lama memanfaatkan waktu yang diberikan ini. Dalam kurun waktu satu bulan, Dewas mengambil tindakan dengan memecat Helmy Yahya. “Menurut saya ini sangat terburu-buru sekali. Bukankah waktu dua bulan itu waktu yang lama untuk bisa membuka komunikasi dan rekonsiliasi,” sesal Nico.

Harus diakui, kata Nico, TVRI dibawa eks Dirutnya Helmy Yahya menunjukan kinerja yang sangat patut diapresiasi. Masyarakat merasakan hal itu. TVRY yang tadinya ‘enggan’ ditonton, dengan siaran-siaran yang ditampilkan dibawah eks Dirutnya, menjadi menarik minat orang untuk menontonnya.

“Harus diakui bahwa selama dipimpin pak Helmy, terjadi lompatan-lompatan, itu harus kita akui. Dilaksanakan dengan baik dan itu sudah kita perkirakan dari awal di rapat-rapat awal, dan saya sudah menyatakan ini. Dan inilah yang membuat kami terheran-heran dengan keputusan yang diambil Dewas. Kita tahu bahwa hari ini, sekarang ini, menjadi sebuah televisi yang juga dilihat oleh banyak orang gara-gara killer konten tadi (Liga Inggris),” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *