Di Depan Anggota DPR, Menteri Sri Mulyani Mengklaim Ekonomi Kita Masih Stabil

  • Whatsapp
Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat raker perdana dengan Komisi XI DPR.

INDOPOLITIKA.COM- Di tengah ketidakpastian ekonomi global pada 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif stabil di atas 5 persen.

Dia menilai, perekonomian Indonesia masih relatif lebih beruntung ketimbang negeri-negeri jiran.

Baca Juga:

“Negara tetangga kita Singapura itu sempat mengalami pertumbuhan negatif, terakhir hanya 0,1 persen. Vietnam masih cukup tinggi meskipun juga terjadi pelemahan dikit,” kata Menteri Sri Mulyani saat rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR dengan agenda evaluasi kinerja 2019 dan rencana kerja 2020.

Jika melihat pertumbuhan ekonomi di banyak negara, lanjut Sri Mulyani, beberapa mengalami penurunan, bahkan Amerika Serikat yang termasuk dalam kategori kuat dari sisi pertumbuhan ekonomi, tak terelakkan mengalami perlambatan akibat kondisi tersebut.

Jerman bahkan mengalami pertumbuhan negatif, meskipun terakhir hanya tumbuh 0,4 persen. Sementara Tiongkok yang biasanya tumbuh 7 persen, diperkirakan hanya akan mencapai pertumbuhan 5,5 persen hingga akhir 2019.

“Eropa, Inggris, Jepang dan India bahkan merosot tajam di kisaran 5 persen. Thailand juga terpengaruh, Filipina juga begitu,” ungkap Menkeu.

Kendati pertumbuhan Indonesia relatif stabil, Komisi XI DPR meminta Menteri Sri Mulyani tetap mewaspadai ancaman pelemahan ekonomi dunia dengan memperkuat terobosan-terobosan kebijakan yang lebih kreatif dan inovatif.

“Komisi XI juga meminta Menkeu untuk menyiapkan mitigasi risiko terhadap pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2019 yang meliputi sisi penerimaan, belanja dan pembiayaan,” ujar Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto saat membacakan kesimpulan raker.

Kemudian, Komisi XI akan mendalami permasalahan yang berkembang dalam raker dengan Menkeu 4 November 2019 melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan eselon I Kementerian Keuangan.

Terakhir, Komisi XI DPR dan Menkeu menyepakati pembentukan Panitia Kerja (Panja), yaitu Panja Penerimaan Pajak, Panja Penerimaan Bea Cukai, Panja Penerimaan Negara Bukan Pajak, dan Panja Pembiayaan APBN.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *