Di Indonesia Development Forum, Yanuar Nugroho Jabarkan Visi Presiden Jokowi Bangun SDM

  • Whatsapp

JAKARTA – Jika pada periode pertama yang mengisi headline di koran adalah infrastruktur, maka pada periode kedua Presiden Jokowi headline-headline itu akan diisi oleh Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan pada Imagine Special Session: Skill of The Future, Accelerating Indonesia’s Human Capital Transformationin the Age of the New Industrial, di agenda tahunan  Indonesia Development Forum 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

Muat Lebih

Pada kesempatan itu, Yanuar memaparkan menengenai komitmen arah kebijakan Presiden Joko Widodo 2019-2024 yang akan difokuskan pada sektor Pembagunan Sumber Daya Manusia.   jcc

“Untuk mengakselerasi komitmen ini, semua sektor perlu tanggap dan merespon dengan realistis agar tidak menjadi ilusi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” ungkap research fellow di bidang inovasi dan perubahan sosial di Manchester Institute of Innovation Research, University of Manchester, Inggris ini.

Yanuar menyatakan, walaupun produktivitas dan cempetitiveness index kita terus meningkat, tapi harus dicatat bahwa human capital masih dalam tahap perlu dibenahi.

“Angka GDP, Human Development Indices and Indicators, Human Capital Project, Global Talent Competitiveness Report, Global Iinnovations Index dan Global Competitiveness Index kita masih cukup jauh berjarak dengan USA, China, Jepang, Jerman dan UK,” jelasnya.

Dipaparkan Yanuar, kita menghadapi realita, di mana ketika sebagian ksibuk dengan tantangan Era Industri 4.0 dan Society 5.0 ini, di bagian lain Indonesia masih berjuang untuk terbebas dari kemiskinan.

Untuk itu, dalam forum ini Yanuar Nugroho menekankan upaya pemerintah untuk mempersiapkan SDM Indonesia Unggul di Era 4.0 ini, tidak hanya sedang mengurusi mereka yang sudah melek teknologi saja tapi seluruh rakyat Indonesia.

“Intervensi kebijakan akan digenjot mulai dari hulu sampai ke hilir,” ungkapnya.

Realisasikan Potensi SDM

yn3Arah kebijakan yang dimakasikan adalah memastikan akses ke layanan dasar, pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial di hulu dan mengatur ekosistem untuk merealisasikan potensi SDM termasuk penyerapan tenaga kerja di hilir.

Untuk penguatan kebijakan di hilir ini juga disampaikan oleh Yanuar Nugroho bahwa ke depan Badan Manajamen Talenta akan berperan kuat dalam menata nya.

“Jika kita lihat Joy Alexander, Lalu Zohri dan teman-temannya, ini adalah talenta yang saya sebut ‘tidak sengaja’ ada, artinya tidak ada intervensi pemerintah di dalamnya. Ke depan dengan manajeman talenta ini pemerintah akan membuat ‘dengan sengaja; talenta-talenta unggul Indonesia lainnya,” urainya,

Acara ini dihadiri beberapa lembaga Think Tank, Universitas , Start Up Company, Yayasan, Asosiasi, dan Para Pembuat Kebijakan.

Tidak bisa dipungkiri juga bahwa dalam meresponi perubahan yang begitu cepat, kebijakan pemerintah cenderung tertinggal beberapa langkah. Misalnya bagaimana ketika Gojek misalnya sudah menjadi kebutuhan masyarakat, namun kita masih sibuk untuk mencari defenisinya dalam aturan.yn1

Banyak juga langkah-langkah Non Government Inisiative yang sedang diupayakan untuk menjawab tantangan yang ada di masyarakat saat ini. Misalnya Ibu Frisca dari AWARE Indonesia dan Ibu Inge Magdalena seorang ahli mathematics yang menginisiasi pergerakan-pergerakan untuk upgrading sekolah dan kualitas guru-guru di beberapa daerah. Langkah yang mereka upayakan baru sebagian kecil menjawab masalah yang sangat besar dan kompleks. Dan diharapkan ke depan, dengan kolaborasi bersama pemerintah bisa lebih expand.

Terakhir, forum ini mengusulkan, agar Kebijakan Pemerintah bisa gesit, cepat tanggap dan adaptif dalam merespon perubahan global umumnya dan perubahan masyarakat indonesia khususnya.

Forum juga bersepakat  bahwa ke depan setiap inisiatif yang ada perlu dilakukan tanpa menunggu kebijakan khusus dari pemerintah, dengan catatan tidak melanggar ketentuan umum yang berlaku. Karena menuju arah  memajukan SDM Indonesia yang super unggul, perlu kolaborasi dari semua pihak.yn4

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *