Internasional

Di PBB, Indonesia Angkat Terus Isu Palestina

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi tegaskan dukungan Indonesia untuk Palestina. (Foto: Dok.Kemenlu RI).

New York: Indonesia akan terus berada di garda depan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bahkan, isu ini telah menjadi nafas politik luar negeri Indonesia.
 
"Indonesia akan terus berada di depan untuk mendukung perjuangan Palestina, terutama dalam kapasitasnya sebagai non-permanent member Dewan Keamanan PBB," tegas Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di New York, Amerika Serikat.
  
Baca juga: Indonesia Terus Bantu Pendanaan UNRWA Palestina.

Retno menegaskan tak ada rencana cadangan untuk solusi dua negara. Dalam serangkaian pertemuan di PBB, Retno terus mengangkat isu Palestina agar menjadi perhatian dunia internasional.
 
"Perjuangan Palestina harus terus di dukung, tidak ada Plan B untuk Two State Solution," jelasnya dikutip dari pernyataan Kemenlu RI, Kamis, 27 September 2018.
 
Pada pertemuan tingkat menteri Gerakan Non Blok (GNB), Retno terus mendorong agar negara-negara anggota dapat menjadi sumber terbesar dukungan untuk rakyat Palestina. Hal ini sejalan dengan salah satu visi dan tujuan utama GNB adalah untuk mewujudkan perdamaian dunia.
 
"Saya terus dorong negara anggota GNB yang belum mengakui Palestina untuk segera melakukannya," imbuh dia.
 
Retno juga menyatakan komitmen Indonesia untuk Palestina melalui United Nations Relief and Work Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). Saat bertemu dengan Komisioner Jenderal UNRWA, Pierre Krähenbühl, Retno mengatakan komitmen Indonesia tercermin dari penambahan sumbangan sukarela untuk membantu memobilisasi sumber dana dari masyarakat sipil.
 
"Kita akan bantu kontribusi sukarela. Jadi dananya dari pemerintah dan kita akan terus mengajak para filantropis Indonesia untuk membantu UNRWA," ungkap dia.
 
Selama tahun 2018, bantuan Indonesia untuk UNRWA, baik yang berasal dari pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, maupun perorangan (philanthropist) telah mencapai nilai USD1,365 juta. Saat ini sedang dijajaki rencana peluncuran (launching) kampanye #Dignityispriceless yang akan dilakukan oleh UNRWA bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam rangka menggalang dukungan dari publik Indonesia untuk membantu pengungsi Palestina.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close