INDOPOLITIKA – Dibalik kesibukannya sebagai aktris papan atas sekaligus produser film, Dian Sastrowardoyo tetap menempatkan perannya sebagai ibu rumah tangga sebagai prioritas.

Menariknya, bintang film Esok Tanpa Ibu ini mengandalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu aktivitas sehari-hari di rumah.

Dian Sastrowardoyo mengungkapkan, di sela jadwal syuting yang padat, AI sangat memudahkannya dalam mengurus kebutuhan keluarga, terutama dalam menyiapkan menu makanan. Ia menilai AI jauh lebih praktis dibanding mesin pencari konvensional.

“Saya pakai AI buat cari resep. Misalnya mau masak garang asem tanpa santan, itu lebih cepat tanya AI daripada harus cari satu-satu,” ujar Dian, dikutip Selasa (20/1/2026).

Menurut Dian, kelebihan AI terletak pada kemampuannya menyajikan informasi secara ringkas dan langsung ke inti persoalan. Efisiensi ini sangat membantu mengingat aktivitasnya yang nyaris tanpa jeda.

Kesibukan Dian di balik layar juga diungkap oleh lawan mainnya, Ringgo Agus Rahman. Ia menyebut Dian sebagai sosok yang tetap produktif bahkan saat waktu istirahat di lokasi syuting.

“Dian itu sibuk banget. Lagi break pun dia masih kerja, bolak-balik Jakarta, ketemu investor, produser. Gila sih sibuknya,” kata Ringgo berseloroh.

Meski teknologi membantunya mengatur urusan praktis, Dian menegaskan bahwa nilai-nilai manusiawi dan kedekatan dengan alam tetap menjadi hal utama, sejalan dengan pesan yang diangkat dalam film terbarunya.

Tak hanya Dian, para pemain Esok Tanpa Ibu lainnya juga mulai akrab dengan teknologi AI. Ringgo Agus Rahman memanfaatkannya untuk keperluan penyuntingan foto, terutama dalam mengatur latar belakang dan objek gambar.

“Aku suka motret. Di Photoshop sekarang kebantu AI, tapi jadi makin susah percaya sama video atau gambar yang beredar,” ujarnya.

Sementara itu, aktor muda Ali Fikry mengaku menggunakan AI sebagai alat bantu riset. Menurutnya, AI lebih efisien karena mampu merangkum informasi tanpa harus membuka banyak tautan.

Film Esok Tanpa Ibu mengisahkan Rama (Ali Fikry), seorang remaja yang hidupnya berubah drastis setelah sang ibu, Laras (Dian Sastrowardoyo), koma akibat kecelakaan.

Peristiwa tersebut membuka kembali jarak emosional antara Rama dan ayahnya (Ringgo Agus Rahman) yang selama ini sulit berkomunikasi.

Film ini menjadi perjalanan emosional tentang duka, rekonsiliasi, dan makna keluarga di tengah ketergantungan manusia pada teknologi. Esok Tanpa Ibu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com