Pilkada

Dianggap Melanggar, Iklan Djarot-Sihar Dilaporkan ke Bawaslu Sumut

Dinilai melanggar UU 7 2017/ Pasal 492 tentang pelanggaran kampanye, pasangan calon Gubernur Sumut (Cagubsu) Djarot-Sihar Sitorus (Djoss) dilaporkan warga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut. Iklan Djoss di salah satu surat kabar pada Rabu (2/5), dinilai melanggar aturan kampanye.

Irfan Haryantho seorang warga Jl. Gatot Subroto Medan melaporkan pelanggaran tersebut ke Bawaslu Sumut, Kamis (3/5). Menurut Irfan, dalam aturan sudah secara jelas disebutkan bahwa adanya larangan iklan kampanye di lembaga penyiaran media massa baik cetak dan elektronik serta media daring online.

Irfan mengatakan, iklan Djoss yang ada di salah satu surat kabar atau koran sudah jelas-jelas melanggar aturan, karena memang sudah ada aturan yang menjelaskannya. Menurut Irfan, iklan tersebut anehnya hanya terbit sekali saja, yakni di hari Rabu (2/5). Saat dilihat keesokan harinya, iklan tersebut sudah tidak muncul lagi. “Ya apakah ini sebuah kesengajaan, atau memang mau kampanye secara terselubung,” tandasnya.

Irfan berharap agar kejadian serupa tidak lagi terjadi agar Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 27 Juni mendatang diisi dengan kesantunan dan sportivitas.

Sementara itu, Idharul Haq didampingi Zulfikri Lubis pengacara tim Eramas yang mendampingi Irfan mengatakan, tampilan iklan di surat kabar tersebut sudah jelas sebuah pelanggaran, sebab barang buktinya ada dan aturan yang mengatakan hal itu sebuah pelanggaran juga ada. “Ya baiknya Bawaslu menyelidiki siapa yang memasang iklan tersebut. Jadi biar tau siapa yang oknum yang melakukan pelanggaran tersebut,” tandasnya.

Idharul juga berharap agar semua pihak dapat menjaga kondusivitas dalam penyelenggaraan Pemilu. Jangan ada yang khalaf mata jadi semuanya dilanggar dan menabrak aturan asal tujuannya tercapai. Katanya, janganlah kita menghalalkan segala cara demi tujuan tujuan politik, yang jalannya itu ditempuh dengan cara-cara yang tidak baik dan melanggar aturan,” tandasnya. (red)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close