Dianggap Novel Penghinaan, KPK Buka Suara Soal Pegawai Tak Lolos TWK Ditawar Masuk BUMN

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – KPK tak menampik isu soal pegawai tak lolos TWK ditawari kerja di tempat lain seperti BUMN selepas tak lagi mengabdi di lembaga antirasuah tersebut awal bulan depan. KPK berdalih hanya ingin membantu saja sehingga tidak perlu dipolemikkan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Cahya Harefa, membenarkan adanya tawaran tersebut kepada para pegawai nonaktif KPK. Namun kata dia, hal itu tujuannya hanya untuk membantu saja, agar pegawai nonaktif tersebut dapat bekerja dengan leluasa di institusi lain sesuai dengan kompetensi dan pengalaman kerja masing-masing.

Berita Lainnya

“Kami dapat jelaskan bahwa atas permintaan pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat diangkat menjadi ASN, KPK bermaksud membantu pegawai tersebut untuk disalurkan pada institusi lain di luar KPK,” ujar Cahya melalui keterangan resminya, kemarin.

Kata Cahya, tak sedikit juga BUMN yang memang membutuhkan spesifikasi pegawai sesuai yang dimiliki insan KPK. “Oleh karenanya, penyaluran kerja ini bisa menjadi solusi sekaligus kerja sama mutualisme yang positif,” dalihnya.

Menurut Cahya, penyaluran kerja bagi para pegawai yang tidak lulus TWK tersebut sebetulnya juga sesuai dengan program KPK yang telah lama dicanangkan. Dia mengklaim program yang telah lama dicanangkan itu yakni menempatkan insan KPK sebagai agen-agen antikorupsi di berbagai instansi dan lembaga.

“Selanjutnya, untuk dapat bekerja di instansi tujuan, sepenuhnya akan mengikuti mekanisme dan standar rekrutmen yang ditetapkan oleh instansi tersebut,” bebernya.

Cahya menambahkan sudah ada pegawai yang memang berkeinginan untuk disalurkan ke institusi lain. Ia pun meminta agar penyaluran pegawai nonaktif KPK ke institusi lain sebagai niat baik dan diharapkan dipandang secara

“Kami berharap niat baik lembaga ini bisa dimaknai secara positif karena penyaluran kerja ini tentu memberikan manfaat langsung bagi pegawai yang bersangkutan, institusi kerja yang baru, juga bagi KPK sendiri untuk memperluas dan memperkuat simpul antikorupsi di berbagai institusi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Novel Baswedan sempat melontarkan kritikan tajam terkait penyaluran pegawai nonaktif KPK ke BUMN. Bagi penyidik yang disegani tersebut, tawaran tersebut jelas sebuah penghinaan bagi mereka yang sudah lama mengabdi dan akhirnya ‘disingkirkan’ lewat TWK.

“Beberapa kawan-kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat, yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN. Bagi kami itu adalah suatu penghinaan,” ujar Novel melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/9/2021).

Novel juga mengaku makin yakin, tawaran tersebut mengindikasikan bahwa ada ‘kekuatan besar’ yang ingin menguasai lembaga antirasuah itu. Dan kekuatan itu, bukanlan untuk kepentingan memberantas korupsi.

Novel menegaskan, pihaknya berada di KPK bukan hanya sekadar mencari uang, melainkan berjuang memberantas korupsi. “Hal ini semakin menggambarkan adanya kekuatan besar yang ingin menguasai KPK untuk suatu kepentingan yang bukan kepentingan memberantas korupsi,” kata Novel. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *