Capres

Dibanding Jusuf Kalla, Abraham Samad Lebih Diperhitungkan Jadi Cawapres Jokowi

Indopolitika.com Politik di Indonesia penuh dengan kejutan, tentu akan terjadi manakala orang yang sebelumnya kurang diperhitungkan namanya menjadi calon wakil presiden (cawapres). Itulah yang terjadi pada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr Abraham Samad SH MH, yang namanya sejak Megawati Soekarnoputri berlibur sejak Kamis (8/5), di Bali disebut calon kuat pendamping Jokowi sebagai cawapres.

Informasi yang berhasil dihimpun pada Jumat (9/5), Abraham Samad, putra kelahiran Makassar ini, namanya menguat dan selalu disampaikan Mega kepada orang-orang dekat Mega.

Doktor lulusan Fakultas Hukum Unhas ini, dianggap paling tepat mendampingi Jokowi sehingga dalam pemerintahan bisa lebih berani terutama menangani kasus korupsi. Bahkan, diisukan kalau besok Jokowi akan terbang dari Makassar, kemudian bergabung dengan Mega di Bali, membahas soal capres, termasuk membicarakan Abraham Samad.

“Saya mendengar Ibu Mega beberapa kali memang menyebutkan nama Abraham Samad sebagai figur pendamping Jokowi. Namun, saya belum mendengar kalau Jokowi dan Abraham akan ketemu Mega di Bali. Kalau soal jadwal Ibu Mega selama di Bali saya belum mengetahi ada agenda politik, tetapi acaranya santai dan istirahat. Paling Ibu Mega hanya jalan-jalan dan makan siang. Setelah itu, istirahat di Villanya di Cucukan, Gianyar,” ujar orang dekat Mega yang nggak mau ditulis namanya.

Masih menurut sumber tersebut, pertemuan dengan tokoh politik dilakukan Mega di Bali baru hanya ketemu dengan pemimpin Denpasar, yakni Wali Kota Rai Mantra dan Wakilnya IGN Jaya Negara. Kebetulan dalam waktu dekat, akan ada suksesi di Kota Denpasar yang waktunya tinggal setahun lagi.

“Pertemuan pun yang dilakukan juga dengan santai sambil makan siang,” katanya.

Dikatakan, Mega sempat menanyakan situasi politik dan pemerintahan di Bali. Sementara itu, Wasekjen DPP PDI-P Hasto Kristanto yang dikonfirmasi mengenai nama Abraham Samad yang semakin menguat sebagai pendamping Jokowi, belum mau berkomentar banyak. “Maaf saya belum bisa mengatakannya. Kita lihat saja nanti antara tanggal 13 hingga 18 Mei, siapa akhirnya dipilih Mega secara resmi mendampingi Jokowi,” tegas Hasto.

Dia juga mohon maaf kepada wartawan karena Mega enggak bisa wawancara, apalagi ditanya soal cawapres. Hasto menegaskan, sejauh ini beberapa nama cawapres yang sudah beredar dan layak mendampingi Jokowi selaku capres, semunya kredibel dan pantas, seperti Jusuf Kalla, Ryamizard Ryacudu, Mahfud, Abraham Samad, semuanya punya kemampuan dan kelebihan masing-masing. Hanya saja yang nanti didaftarkan tentu hanya satu cawapres. “Kalau saya ditanya siapa yang akan didaftarkan Mega, kita lihat saja nanti,” tegas Hasto diplomatis.

Jika benar Abraham Samad dipilih sebagai pendamping Jokowi, tentu merupakan kejuatan yang luar biasa. Sebab, Ketua KPK Abraham Samad masuk dalam radar Partai Gerindra untuk dijadikan Cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Bahkan, saat ditanya soal kemungkinan menerima pinangan Prabowo, Abraham Samad meminta waktu untuk istirahat.

Dalam sebuah biografinya, Abraham Samad sedikit goyah dalam penentuan karier profesi yang akan digelutinya kelak. Pada satu sisi, ia sangat berkeinginan untuk menekuni profesi advokat, karena pada dunia inilah ia bisa melakukan pengabdian untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang hak-haknya terlanggarkan serta dirugikan sesuai dengan pangilan hatinya. Namun di sisi lain, ibunya lebih mengharapkan agar Abraham menjadi seorang Birokrat. [Ind/SP]

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close