Dibobol, Kerugian Bank DKI Naik Rp 50 M, Terduga Pelakunya Nambah Jadi 41 Orang

  • Whatsapp
ilustrasi

INDOPOLITIKA.COM- Kerugian akibat pembobolan ATM Bank DKI yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP Pemprov DKI Jakarta membengkak. kerugiannya bukan lagi Rp 32 miliar, tapi merangkak naik menjadi Rp 50 miliar. Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus.

“Kerugian sampai saat ini hasil audit dari bank sekitar Rp 50 miliar,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (22/11/2019).

Muat Lebih

Tak hanya nilai kerugiannya saja yang bertambah, para terduga pelakunya pun berkembang. Dari semula 12 orang, kini menjadi 41 orang.

“Hasil pemeriksaan awal ternyata berkembang menjadi 41 orang yang sudah melakukan tapi sampai sekarang belum ditahan, masih dilakukan pemeriksaan,” tambah Yusri.

Yusri mengatakan dari 41 orang dipanggil tersebut baru 25 orang yang telah memenuhi panggilan penyidik. Meski tidak merinci jumlahnya, Yusri mengatakan 41 orang yang diperiksa tersebut tidak seluruhnya anggota Satpol PP. Selain oknum Satpol PP, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi dari manajemen Bank DKI.

“Beberapa pegawai dari manajemen Bank DKI sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Yusri.

Yusri juga tidak memberikan detail nama terkait pihak manajemen Bank DKI yang periksa. Pastinya hingga kini, dikatakan Yusri, semuanya masih berstatus saksi. Belum ada tersangka.

Adapun modus pembobolan itu adalah memanfaatkan mesin ATM Bersama dengan menggunakan kartu ATM Bank DKI. Terduga pelaku melakukan penarikan di ATM Bersama dengan sengaja menyalahkan pin ATM pada percobaan pertama dan pin yang benar pada percobaan kedua. Setelah berhasil menarik uang di ATM Bersama, saldo oknum tersebut di Bank DKI ternyata tidak berkurang.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *