Dibungkus KPK, 57 Eks Pegawai Siap Mengabdi di Polri Berantas Korupsi

  • Whatsapp
Eks pegawai KPK

INDOPOLITIKA.COM – Karir yang dirintis Novel Baswedan dkk di KPK sejak beberapa tahun silam, dalam sekejap mata berakhir di tangan Firli Bahuri. Ya, 57 pegawai tersebut dipecat per 30 September lalu. Tak lagi mengabdi di lembaga antirasuah, Novel Cs dapat tawaran mengabdi di tubuh Polri.

Meski belum secara resmi masuk ke Polri, namun mereka siap bekerja keras layakanya saat masih di KPK memberantas korupsi. Hanya saja, mereka masih menunggu undangan lanjutan dari Kapolri untuk mewujudkan hal tersebut.

Berita Lainnya

Juru Bicara 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat Firli Bahuri Cs, Hotman Tambunan, mengungkapkan pihaknya siap berkontribusi di Polri dalam hal memberantas korupsi.

“Semua pada posisi ‘kita ini bekerja di KPK dengan niatan pemberantasan korupsi dan jika diminta menjadi ASN di kepolisian, ya harus bisa berkontribusi nyata di bidang itu’,” ujar Hotman melalui keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Mantan Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Antikorupsi KPK ini menjelaskan hal tersebut merupakan kesatuan sikap dari 57 mantan pegawai KPK. “Ya [siap berkontribusi di Polri] karena kan kemampuan dan keahlian kami hanya di situ,” imbuhnya.

Meskipun begitu, Hotman menerangkan pihaknya masih menunggu detail mekanisme menjadi ASN di Polri yang saat ini sedang dalam pembahasan bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) serta tim ahli untuk memastikan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, lanjut dia, pihaknya menunggu undangan dari Tim Polri untuk membahas perihal rekrutmen tersebut pada pertemuan selanjutnya.

Dalam pertemuan awal dengan Tim Polri pada Senin, 4 Oktober 2021, belum dibahas secara spesifik mengenai soal itu. Pertemuan perdana itu hanya sebatas perkenalan dan membicarakan perihal alih status melalui asesmen TWK yang membuat puluhan pegawai disingkirkan dari KPK. “Belum ada [undangan lagi],” ucap Hotman.

Keinginan merekrut puluhan pegawai KPK menjadi ASN di Polri dilontarkan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Bahkan, Listyo sudah menyurati Jokowi terkait permintaan tersebut. Jokowi, kata Listyo, sudah menyetujui.

Puluhan pegawai KPK yang dipecat itu akan ditugaskan untuk mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Mereka juga akan ditempatkan untuk mengawasi pengadaan barang dan jasa.

“Kegiatan pendampingan pengadaan barang dan jasa, kemudian juga berkaitan dengan pandemi Covid-19 ini kan perlu kita ada pendampingan berkaitan dengan penggunaan anggaran Covid-19,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Jumat (1/10). [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *