Nasional

Didik J Rachbini: LP3ES Akan Tetap Menjadi Lembaga Riset Sosial yang Kritis

Jakarta, Indopolitika.com — Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) Prof Dr Didik J Rachbini mengatakan, LP3ES akan tetap menjadi lembaga riset sosial yang kritis.

“LP3ES juga akan tetap aktif dalam memajukan proses demokrasi di Indonesia. Sehingga dalam waktu dekat akan segera menyelenggarakan sekolah demokrasi bagi kalangan muda dan juga politisi,” demikian disampaikan Prof Dr Didik J Rachbini, Rabu (1/8/2018).

Prof Dr Didik J Rachbini menjelaskan, LP3ES adalah lembaga non pemerintah yang berdiri sejak 19 Agustus 1971. Lembaga ini didirikan oleh tokoh-tokoh penting seperti Prof Soemitro Djojohadikusumo, Prof Emil Salim, Prof Billy Joedono, Prof Dorodjatun Koentjoro Jakti, Prof Juwono Sudarsono, Suhadi Mangkusuwondo, Brigjen Daan Jahja dan sejumlah tokoh penting lainnya. Tokoh-tokoh muda pada jamannya yang pernah memimpin dan menjadi direktur lembaga ini antara lain Nono Anwar Makarim, ISMID Hadad, M Dawam Rahardjo. Bahkan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menjadi peneliti dan aktivis pada lembaga ini. Selain menerbitkan jurnal yang membahas masalah-masalah sosial politik, sambung Prof Dr Didik J Rachbini, LP3ES juga menerbitkan buku-buku ilmiah.

“Dan kini LP3ES sedang menerbitkan pemikiran Bung Hatta dalam buku Karya Lengkap Bung Hatta yang terdiri dari 10 jilid,” terangnya.

Prof Dr Didik J Rachbini menambahkan, kegiatan LP3ES lainnya adalah riset poll masalah politik.

“Saat ini LP3ES sedang melakukan riset untuk membangun sistem peringatan dini konflik sosial politik di Indonesia,” paparnya.

Seperti diketahui, pada tanggal 31 Juli kemarin, perhimpunan LP3ES mengadakan Rapat Umum Anggota (RUA) yang dihadiri oleh tidak kurang dari 30 anggotanya, antara lain Prof Emil Salim, Taufik Abdullah, Ismid Hadad, Abdullah Syarwani, dan lain lain. Rapat tersebut telah memilih pengurus baru yaitu Prof Dr Didik J Rachbini sebagai ketua perhimpunan LP3ES periode 2018- 2022. Sebagai wakilnya ditunjuk Erfan Maryono dan Agus Abdul Hamid. Ketiganya resmi sebagai formatur untuk melengkapi kepengurusan baru yang menggantikan kepengurusan M Dawam Rahardjo intelektual muslim yang telah wafat beberapa waktu lalu. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close