Diduga Gunakan Ijasah Palsu, Calon Kades Sirnasari Mumin Sonjaya Dilaporkan ke Bupati

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Belum genap satu bulan paska pemilihan calon kepala Desa Sirnasari,  Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Mumin Sonjaya salah satu calon kades yang lolos dilaporkan warganya ke Bupati Bogor Ade Yasin karena dituding memalsukan ijazah sebagai persyaratan pencalonan di Pilkades Desa Sirnasari pada 3 November 2019 lalu.

Ijazah yang diduga dipalsukan adalah ijazah SDN Sukaresmi 1, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi yang dikeluarkan tahun 1989. Dugaan pemalsuan ijazah itu terlihat dari nomor induk dan nama yang tertera di ijazah milik Mumin Sonjaya antara halaman depan dan belakang berbeda.

Baca Juga:

“Kita punya bukti ijasah yang diklaim dimiliki Mumin Sonjaya alias Moch Didi Prayogi, di halaman depan nomor induk tertulis 917, sementara nomor induk di halaman belakangnya tertulis 633. Bukan hanya itu saja nama yang tertera di halaman depan surat tanda tamat belajar adalah Mumin Sonjaya, sementara nama dibelakang dalam daftar nilai tertulis hanya nama Mumin,” ungkap salah seorang warga Desa Sirnasari, Papap Dianasur, kepada wartawan, Selasa (3/12/2018).

Tidak cukup sampai disitu,  menurut Dadan,  permasalahan yang paling krusial adalah adanya perubahan nama yang drastis sebelum mencalonkan kades dan saat proses pencalonan kades. Sebelum mencalonkan kades Sirnasari nama Mumin Sonjaya bernama Moch Didi Prayogi sesuai data yang tercantum di Kartu Keluarga (KK), KTP dan Akta Nikah 2011. Tetapi saat mencalonkan kades namanya berubah menjadi Mumin Sonjaya.

“Nama yang populer di Desa Sirnasari bukan Mumin Sonjaya,  tetapi kerap dipanggil nama pak Yogi. Hal itu diperkuat oleh data yang tercantum di Kartu Keluarga (KK) saat tinggal di Kampung Nagrak RT4/4, Desa Nagrak. Kecamatan Gunungputri dengan nama Moch Didi Prayogi. Tiba-tiba dalam jangka 4 tahun nama Moch Didi Prayogi langsung berubah menjadi Mumin Sonjaya. Hal itu sesuai data yang tercantum dalam KK yang dikeluarkan secara cepat oleh Kecamatan Tanjungsari pada tanggal 12 Juni 2019, nama Moch Didi Prayogi berubah menjadi Mamun Sonjaya,” bebernya.

Ia menjelaskan,  perubahan nama Moch Didi Sonjaya di kartu keluarga yang baru terkesan diburu-buru untuk menyesuaikan ijasah SD nya atas nama Mumin Sonjaya. Menurutnya disinilah ada kecurigan data yang tidak valid dan kurang jelinya panitia pilkades saat melakukan ferivikasi data ketika proses pencalonan Pilkades Sirnasari kemarin.

“Berdasarkan temuan administrasi pencalonan Kades yang dinilai tidak jujur,  maka saya sudah mengkonfirmasi dengan pihak panitia pilkades Sirnasari untuk meminta penjelasan dan menunjukan KTP, KK dan Ijasah asli SD atas nama Mumin Sonjaya. Tetapi jawaban panitia Pilkades melalui surat klarifikasinya mengatakan panitia tidak bisa memfasilitasi untuk memperlihatkan ijasah,  KTP,  KK dan akte asli calon nomor 5 Mumin Sonjaya, kepada warga dikarenakan sudah bukan ranah panitia lagi untuk memperlihatkan berkas asli setiap calon.” tutur Papap.

Karena Panitia Pilkades Sirnasari dinilai tidak koperatif maka langkah selanjutnya dugaan soal ijasah palsu tersebut dilaporkan ke Bupati Bogor agar segera membentuk tim untuk memproses calon kades Mumin Sonjaya yang diduga menggunakan ijazah SD palsu.

Terpisah,  Camat Tanjungsari, Sutisna mengakui adanya temuan dugaan ijasah palsu yang diduga dilakukan oleh calon kades Mumin Sonjaya saat daftar Pilkades Sirnasari kemarin.  Namun sesuai instruksi dari Bupati Bogor Ade Yasin, kata dia,  setiap ada temuan kecurangan saat proses Pilkades serentak pada 3 November 2019, dipersilahkan membuat laporan kepada aparat penegak hukum.

“Saya sudah bilang kalau memang agak keganjilan atau dugaan kecurangan datanya calon kades Mumin Sonjaya silahkan laporkan ke Polres. saya sendiri gak pernah lihat langsung ijasah aslinya Mumin Sonjaya. Pihal Muspika sudah berupaya melakukan mediasi dan itu sudah dijawab kepada yang bersangkutan,  saya bilang kalau ada ketidakpuasan silahkan diproses secara hukum, termasuk bupati juga memberikan kesempatan kepada masyarakat kalau ada temuan atau kecurangan Pilkades kemarin silahkan diproses,” tukasnya.[rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *