Diduga Hirup Gas Beracun, Tiga Orang Tewas Dalam Galian PT Telkom di Cipondoh Tangerang

  • Whatsapp
Tiga korban tewas dalam galian PT Telkom di Cipondoh, Kota Tangerang.

INDOPOLITIKA.COM – Lubang galian milik PT Telkom di Jalan Taman Royal 1, Cipondoh, Kota Tangerang, menelan tiga korban jiwa. Jenazah ketiga korban tersebut langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan informasi di lapangan, ketiga korban diketahui bernama Faidi (33), Andika Saputra (37) dan Aditya Putera Pratama (20). Andika dan Aditya bekerja di Telkom, sementara Faidi berprofesi sebagai pengantar air isi ulang di kawasan tersebut.

Berita Lainnya

Dugaan tewasnya dua pekerja Telkom berawal saat mereka hendak memperbaiki jaringan kabel di gorong-gorong. Sementara Faidi berusaha menolong dua korban. Nahasnya, ketiga korban tewas karena keracunan gas metanol di dalam galian tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk BPBD Kota Tangerang A Ghufron Falfeli mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 13:05 WIB. “Pukul 13.05 piket posko menerima pengaduan korban pekerja galian. Pukul 13.15 petugas BPBD Kota Tangerang tiba di lokasi,” jelasnya Kamis (7/8/2021).

Lanjut dia, 2 orang pekerja galian ini memasuki lobang galian sedalam kurang lebih 150 cm. Ketinggian air kurang lebih 150 cm yang diduga mengandung gas methanol.

Ia memastikan, dalam lubang galian tersebut tidak terdapat aliran listrik. “Dipastikan tidak ada aliran listrik didalam gorong gorong itu,” tuntasnya.

Terpisah, Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah juga menegaskan tidak ada aliran listrik dalam lubang tersebut. Ubaidillah mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian kepada Polres Metro Tangerang Kota, saat ini tengah didalami. Dugaan sementara, ketiga orang itu meninggal karena menghirup gas beracun.

“Ini sedang kita dalami, ya kemungkinan ada gas alam yang artinya gas ada di dalam tanah ini menguap dari comberan itu,” katanya.

Ketiga jenazah saat ini telah dibawa ke RSU Kabupaten Tangerang untuk diidentifikasi. Ubaidillah memastikan ketiga orang itu meninggal bukan disebabkan oleh sengatan listrik. Melainkan, menghirup gas beracun.

“Tidak ada strum. Kemungkinan ada gas yang diakibatkan oleh air yang menguap dari comberan, karena informasi dengan pak lurah tadi sudah lama enggak dibuka (gorong-gorongnya),” ungkap Ubaidillah. [asa]

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *