Internasional

Diduga Militan ISIS, Apoteker asal Inggris Ditahan di Suriah

Pria bernama Anwar Miah mengaku melayani warga biasa di sebuah RS yang dikuasai ISIS di Suriah. (Foto: International Volunteers Report)

Damaskus: Seorang pria yang mengaku sebagai apoteker dari Birmingham, Inggris, ditahan di Suriah karena dicurigai merupakan anggota kelompok militan Islamic State (ISIS).

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan pria dengan mata tertutup dan sedang diinterogasi Pasukan Demokratis Suriah (SDF) — milisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat — diunggah ke akun Twitter International Volunteers Report (IVR) pada Sabtu kemarin. 

IVR menyebut pria itu ditangkap di kota Deir ez-Zor sebulan lalu.

Berbicara dengan aksen Birmingham, pria itu mengaku sebagai apoteker bernama Anwar Miah. Dia mengklaim sudah berada di Suriah sejak lebih kurang empat tahun lalu.

Ditanya apakah dia adalah anggota ISIS, pria itu menjawab: "Saya datang ke sini untuk bekerja dengan masyarakat dan membantu rumah sakit. Saya telah bekerja di rumah sakit sejak saya datang ke sini."

"Wilayah tempat saya bekerja dikendalikan oleh ISIS, tetapi saya bekerja dengan orang-orang biasa. Saya bekerja di rumah sakit umum yang dikuasai Daesh, tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa," cetus dia, seperti dilansir dari Guardian, Senin 24 September 2018. Daesh adalah akronim Bahasa Arab dari ISIS.

Setidaknya tiga pria Inggris lain saat ini berada di tahanan Kurdi dan AS di Suriah. Mereka semua dituduh sebagai anggota ISIS.

Dua warga London, El Shafee Elsheikh dan Alexanda Kotey, ditangkap pada Januari. Mereka diduga telah menjadi bagian dari sel teror ISIS yang dikenal sebagai "The Beatles." 

Dua orang itu diduga berada di balik serangkaian pembunuhan besar-besaran terhadap warga AS dan Inggris di kawasan ISIS. Salah satu korban tewas termasuk pekerja bantuan Inggris, Alan Henning dan David Haines, serta jurnalis AS Foley dan Steven Sotloff.

"Kami menyarankan semua warga agar tidak pergi ke Suriah. Semua layanan konsuler Inggris dihentikan di Suriah. Sangat sulit untuk mengonfirmasi keberadaan dan status warga negara Inggris di sana," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close