Diduga Postingan “Jangan Cemen Pak……” Berbuah Petaka untuk Kodam Kendari

  • Whatsapp
Kodam Kendari, Kolonel Hendi Suhendi/dok/TNI

INDOPOLITIKA.COM Komandan Kodim Kendari, Kolonel Hendi Suhendi akan diberhentikan dari jabatanya saat ini, diduga imbas postingan “Jangan cemen pak….” dari istrinya.

Sabtu (12/10), bersama Sersan Dua Z, dia akan menjalani upacara pencopotan jabatan yang akan dipimpin Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, di Makorem 143 Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca Juga:

Kepastian itu disampaikan langsung Mayjen TNI Surawahadi. “”Di Kendari, besok pagi Sabtu, saya yang ke sana (memimpin upacara pencopotan),” ujar Surawahadi.

Dikatakan Surawahadi, sebelum upacara pencopotan jabatan, kedua anggota TNI itu harus menjalani sidang disiplin militer dulu. “Disidang dulu paginya. Nanti ada keputusan dari Ankum, kemudian dia harus masuk tahanan 14 hari, kena hukuman disiplin,” tutur Surawahadi.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengatakan upacara pencopotan jabatan Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS akan digelar Sabtu (12/10) besok. Upacara pencopotan Kolonel HS akan dipimpin langsung oleh Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi.

“Besok (Kolonel HS) akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara,” kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Seperti diketahui, kedua anggota TNI itu dicopot karena istri mereka, IPDN dan LZ, mem-posting soal insiden penusukan Wiranto di media sosial. Terkait postingan istri, Kolonel HS dan Sersan Dua Z disebut telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.[asa]

 

[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *