Diduga Tak Tahan Dengar Solawat, Takmir Musala Dibacok Tetangganya

  • Whatsapp
Korban Pembacokan, Muslim Afandi

Selepas Adzan Isya, seperti biasa Muslim Afandi (65) melantunkan sholawat sambil menunggu jamaah lain datang di Mushola Darul Ulum Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Minggu (27/10/2019). Tak Disangkanya, Rawuh (47), datang dengan memecahkan jendela kaca musala hingga porak poranda.

Sembari berteriak ‘Tak sembelih kuwe’ (Aku sembelih kau) dengan sabit di genggaman, pelaku langsung merangsek masuk musala dan mencari korban. Tanpa mampu menahan amarah, Rawuh pun menarik kerah baju Muslim, lalu membacoknya secara membabi buta.

Baca Juga:

“Setelah itu pelaku membacokkan sabit ke arah kepala, korban menangkis menggunakan tangannya sehingga terkena luka bacok di pergelangan tangan dan kening korban sebelah kanan,” terang Kapolsek Bae Iptu Ngatmin, saat dimintai konfirmasinya.

Akibat kejadian itu, Muslim yang diketahui masih tetangga korban mendapatkan total 12 jahitan akibat mendapatkan serangan mendadak dari pelaku. Rinciannya, luka robek pergelangan tangan sebanyak tujuh jahitan dan kening kepala sebelah kanan lima jahitan.

“Tindakan pelaku diduga tak tahan ketika korban melantunkan syair salawat berbahasa Jawa yang berbunyi, kalau nggak mau salat, nanti akan disiksa di dalam kubur dan dihukum malaikat,” beber Ngatmin.

“Hasil penyelidikan terkuak, jika pelaku ternyata memiliki penyakit gula akut, dari sana diduga korban mengalami frustasi. Kita juga harus konsultasi dengan dokter. Kalau memang itu faktor kemanusiaan, kami juga butuh waktu 24 jam konsultasi dengan keluarga arahnya mau ke mana,” ungkapnya.

Kondisi korban Muslim hingga saat ini masih terbujur di RS Aisyiyah Kudus dan mendapatkan perawatan intens dari pihak medis pascapenganiayaan tersebut.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *