Internasional

Diisukan Meninggal, Presiden Turkmenistan Berkendaran Keliling “Gerbang Neraka”

Setelah diisukan meninggal sejak beberapa pekan lalu, presiden Turkmenistan dilaporkan masih hidup, dan bahkan melakukan aksi mengemudi di sekitar lubang api alami yang dijuluki “Gerbang Neraka”, lapor kantor berita resmi negara itu.

Pada bulan Juli, masyarakat Turkmenistan dibuat bertanya-tanya seputar kesehatan Gurbanguly Berdymukhamedov (62), yang menghilang dari pandangan publik selama beberapa pekan.

Tidak adanya kabar jelas tentang keberadaan sang presiden, membuat sebagian rakyat Turkmenistan berspekulasi Berdymukhamedov telah meninggal, demikian sebagaimana dikutip dari CNN pada Rabu (7/8/2019).

Spekulasi itu kemudian terdengar hingga media Rusia, setelah seorang analis yang meminta syarat anonim, mengatakan kepada stasiun radio Moskow bahwa meninggalnya Berdymukhamedov dikonfirmasi oleh rekanan pengusaha di Turkmenistan.

Kantor berita AFP menyebut kedutaan besar Turkmenistan di Rusia membantah laporan itu, dan menuding rumor itu sebagai “tipuan mutlak”.

Terakhir kali, Berdymukhamedov muncul sekilas di sebuah siaran televisi negara, yang menunjukkan dia sedang meninjau sebuah terminal bus baru di luar ibu kota Ashgabat.

Pada Minggu 4 Agustus, lembaga penyiaran nasional setempat, Watan Habarlary, mewartakan rincian lebih lanjut tentang kegiatan terbaru Berdymukhamedov. Namun, tidak diketahui kapan siaran tersebut direkam.

Dalam laporan 25 menit, Berdymukhamedov terlihat mengendarai kuda, memainkn alat musik, dan mencetak tiga pukulan dalam sebuah permainan bowling, yang disambut tepuk tangan meriah dari para pembantu politiknya yang mengenakan baju olahraga serasi.

Dalam siaran itu, diperlihatkan pula kegiatan Berdymukhamedov menyetir sebuah mobil SUV, dan berpacu melalui Gurun Karakum, sebelum kemudian memutari beberapa kali tepian Kawah Darvaza yang berjuluk “Gerbang Neraka”, karena diselimuti api abadi.

Sementara itu, tidak ada yang tahu pasti tentang sejarah kemunculan Gerbang Neraka, namun kawah api itu dikatakan telah terbentuk sejak 1971, ketika ahli geologi Soviet mencari minyak, dan menyadari bahwa mereka telah menemukan sebuah gua gas alam.

Mereka menyalakan apinya guna menghindari risiko tersebarnya gas metana yang membahayakan kehidupan manusia.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Close
Close