INDOPOLITIKA.COM – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dijagokan menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto yang sebelumnya mengundurkan diri.

Peluang Bahlil menduduki tampuk kursi nomor satu di tubuh Golkar terbuka lebar. Bahkan Bahlil disebut-sebut berpeluang menjadi calon Tunggal dan dipilih secara aklamasi.

Bahlil Lahadalia belakangan ini buka suara terkait peluang dirinya menjadi Ketum Golkar. Ia menegaskan jika mengaku masih menunggu dibukanya pendaftaran calon.

“Hmm, saya sendiri belum ikuti terlalu detail ya. Nanti kan Munasnya itu akan dilakukan tanggal 20 (Agustus), pendaftarannya itu yang saya dapat laporan bahwa akan dilakukan di tanggal 19 (Agustus). Jadi mungkin setelah pendaftaran baru bisa tahu bagaimana mekanismenya,” ujar Bahlil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

Bahlil juga merespons pernyataan Ketua Dewan Pembina Bappilu Golkar, Idrus Marham, yang menyebut ada 34 DPD tingkat provinsi mendukung Bahlil maju sebagai calon Ketum.

“Ya saya, nanti kita lihat lah ya. Munasnya kan tanggal 20. Nanti kita lihat. Nanti kita lihat, nanti kita lihat ya. Munasnya nanti kita lihat ya,” ucapnya.

Sebelumnya, Idrus mengatakan ada 34 DPD tingkat provinsi yang mendukung Bahlil Lahadalia sebagai calon Ketum Golkar. Idrus menyebut dukungan yang lain akan menyusul kepada Menteri Investasi RI itu.

“Yang rilis kalau nggak salah sudah 34. Yang lain itu menyusul hanya masalah teknis. Dukungannya mencalonkan Bahlil sebagai Ketua Umum pengganti Airlangga,” kata Idrus kepada wartawan di kawasan Jakarta Timur, Selasa (13/8).

Sementara itu, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Nusron Wahid tak menampik bila Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga elite Golkar Bahlil Lahadalia menjadi calon tunggal Ketua Umum Partai Golkar.

“Sejauh ini iya,” kata Nusron di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan seluruh kader Partai Golkar juga mendukung Bahlil menggantikan posisi Airlangga Hartarto yang memutuskan mundur dari kursi ketua umum.

Dia tak menampik pula ketika ditanya apakah Bahlil akan terpilih secara aklamasi dalam pemilihan Ketua Umum Golkar yang baru pada Musyawarah Nasional (Munas) Ke-11 Partai Golkar.

“Sejauh ini iya,” katanya.

Dia pun mengaku tak keberatan jika Bahlil menduduki kursi Ketua Umum Partai Golkar, namun dia menyebut akan mengikuti keputusan mayoritas.

“Ya oke-oke saja. Kalau sudah keputusan ya oke, kalau sudah disepakati mayoritas, oke, gitu saja,” tuturnya. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com