Dijangkiti Wabah Virus Corona, Cina Batalkan Acara Perayaan Tahun Baru Imlek

  • Whatsapp
Kota Wuhan berpenduduk 11 juta jiwa yang menjadi asal muasal wabah virus corona ditutup. Seluruh transportasi umum dihentikan operasionalnya untuk mencegah penyebaran virus corona. Warganya diimbau untuk tidak keluar rumah.

INDOPOLITIKA.COM- Hari ini merupakan hari pertama Tahun Baru Imlek. Di Cina biasanya perayaan tahun baru diwarnai dengan perayaan besar-besaran untuk menyambut datangnya Tahun Tikus. Namun kali ini, otoritas Cina membatalkan acara publik besar-besaran demi memerangi wabah virus corona yang tengah menyelimuti negara tersebut.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (25/01/2020), perayaan Tahun Baru Imlek di Cina akan digelar lebih kecil jika dibandingkan sebelum-sebelumnya. Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing dalam pernyataannya menyebut seluruh perayaan Tahun Baru Imlek berskala besar dibatalkan ‘demi mengendalikan epidemi’.

Baca juga:

“Telah diputuskan untuk membatalkan acara-acara skala besar, termasuk festival kuil, di Beijing mulai hari ini. Warga akan memperkuat langkah-langkah pencegahan dan mendukung keputusan itu. Kami akan memberitahu perubahan kebijakan dengan perkembangan dari epidemi itu,” demikian pernyataan Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing.

Perayaan Tahun Baru Imlek juga dibatalkan di Hong Kong dan beberapa kota lainnya merilis imbauan agar warga menghindari acara-acara publik skala besar.

Wabah virus corona sejauh ini telah menewaskan 41 orang di berbagai wilayah Cina. Total ada 1.287 kasus virus corona yang kini tengah ditangani otoritas Cina.

Di Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa yang menjadi asal muasal wabah ini, diberlakukan ‘penangguhan sementara’ bagi seluruh transportasi umum. Warga kota tersebut diimbau untuk tidak keluar rumah, yang berarti mereka tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar mereka saat Tahun Baru Imlek.

“Tahun Baru Imlek merupakan festival paling penting bagi warga Cina. Dan banyak pergerakan populasi, mereka datang dari wilayah pinggiran Cina untuk bekerja di Wuhan dan sekarang Anda meminta mereka tidak pulang untuk menemui keluarga mereka, itu sulit,” sebut profesor Yuen Kwok-yung, seorang pakar mikrobiologi terkemuka, kepada CNN.[sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *