Din Syamsuddin Sebut Kisruh POP Bukan Salah Nadiem, Sosok Ini Layak Disalahkan, Siapa?

  • Whatsapp
Din Syamsuddin bersama Presiden Jokowi. Foto: NET

INDOPOLITIKA.COM – Program organisasi penggerak (POP) Kemendikbud menuai kontroversi luas. Meski Mendikbud, Nadiem Makarim sudah menyampaikan permintaan maaf ke NU, Muhammadiyah dan PGRI, namun Nadiem sepenuhnya tidak bisa disalahkan.

Demikian hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2005-2015 Din Syamsuddin. Ia mengatakan kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim tentang program organisasi penggerak (POP) adalah kebijakan yang tidak bijak dan tidak populis (merakyat).

Bacaan Lainnya

Menurut dia mundurnya Muhammadiyah, NU, dan PGRI dari program tersebut menunjukkan adanya masalah besar dan mendasar. Din bahkan menyebut, POP adalah sebuah tragedi karena terlibatnya dua yayasan konglomerat, yakni Sampoerna dan Tanoto Foundation.

“Jelas hal ini menunjukkan bahwa Mendikbud tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang sejarah pendidikan nasional Indonesia dan peran organisasi-organisasi kemasyarakatan khususnya keagamaan dalam gerakan pendidikan nasional,” ujar Din, melansir PWMU.CO,  kemarin.

“Kesalahan bukan pada Nadiem Makarim. Dia hanya seorang anak muda, yang mungkin karena lebih banyak berada di luar negeri maka tidak cukup memiliki pengetahuan dan penghayatan tentang masalah dalam negeri, dan hanya memiliki obsesi yang tidak menerpa di bumi,” tambahnya.

Menurut Din Syamsuddin, yang sangat bersalah dan patut dipersalahkan, serta harus bertanggung jawab adalah Presiden Jokowi sendiri. Dialah yang berkeputusan mengangkat seorang menteri, walaupun menyempal dari fatsun politik yang berlangsung dari waktu ke waktu.

“Atau, jangan-jangan Presiden Jokowi sendiri tidak cukup memahami sejarah kebangsaan Indonesia dan berani mengambil keputusan yang meninggalkan kelaziman politik. Paling tidak, terkesan sang Presiden mengabaikan dua organisasi besar yang berjasa menegakkan kemerdekaan Indonesia,” kata Din.[sam]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *