Din: Tanpa Agama, Pancasila Akan Rusak

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengatakan polemik pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, yang menyebut musuh Pancasila adalah agama sebaiknya diakhiri.

“Saya kira sudah selesai, hubungan agama dengan Pancasila, Pancasila dan agama itu sudah selesai. Jangan diungkit-ungkit apalagi dalam nada yang keliru,” kata Din di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca juga:

Din mengingatkan, para pendiri bangsa telah menyepakati bahwa pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kenyataan historis, sosiologis, antropologis dan pengakuan teologis serta kristalisasi nilai-nilai agama.

Kata dia, kesepakatan pendiri bangsa telah diteguhkan kembali dalam agenda yang dilaksanakan pada bulan Februari 2018, ketika 450 pemuka agama dalam musyawarah besar untuk kerukunan bangsa menyepakati NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah bentuk terbaik dan final bagi bangsa Indonesia. “Jadi, bagi para tokoh agama dekat sekali hubungan Pancasila dengan agama,” pungkasnya.

Din berpendapat Pancasila tidak boleh meninggalkan agama. Menurut dia, Pancasila akan tegak bersama agama. “Tanpa agama, Pancasila akan rusak. Dengan agama, Pancasila akan kuat,” tandasnya.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila. Menurutnya, ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden saat Pilpres 2019. “Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” katanya.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *