Dinilai Gagal Pimpin Kab Serang Oleh Pesaingnya, Ratu Tatu Dibela Akademisi Untirta

  • Whatsapp
Bakal calon bupati petahana, Ratu Tatu Chasanah, ditemui adik kandung Menhan Prabowo Subianto yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo disela-sela acara diskusi yang digelar DPD Partai Gerindra Banten di Grha Mahesa, Kota Serang, Minggu (09/02/2019).

INDOPOLITIKA.COM- Eskalasi ‘pertarungan’ di Pilkada Kabupaten Serang agaknya mulai memanas. Bakal calon bupati petahana, Ratu Tatu Chasanah, diserang langsung oleh calon pesaingnya, Tb Masduki dalam sebuah arena diskusi yang digelar DPD Partai Gerindra.

Tb Masduki mennyerang Ratu Tatu saat sesi tanya jawab diskusi dimulai. Dia menuding Ratu Tatu telah gagal memimpin Kabupaten Serang. Belum sempat tudingan itu dijawab Ratu Tatu, akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Gandung Ismanto, justru yang langsung mengkandaskan serangan Tb Masduki.

Bacaan Lainnya

“Pak Masduki ini bilang (Ratu Tatu) gagal karena Anda juga menjadi bakal calon bupati, jadi tidak objektif. Menurut saya, (Ratu Tatu) tidak gagal karena sudah banyak yang yang dilakukan beliau,” ujar Gandung di arena diskusi yang digelar di Graha Mahesa, Kota Serang, Minggu (09/02/2019).

Sebelumnya pujian terkait kinerja Ratu Tatu dalam diskusi itu juga dilontarkan oleh Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada.

Menurut Uday, kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dibawah kepemimpinan Ratu Tatu cukup bagus. Beragam program yang dijalankan Ratu Tatu dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu yang mendapat pujian adalah program perbaikan infrastruktur jalan dengan betonisasi.

“Saya lihat jalan-jalan di Kabupaten Serang sudah bagus. Jadi program perbaikan jalan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Serang ini sudah terlihat,” kata Uday yang juga didapuk menjadi pembicara di acara diskusi tersebut.

Uday memang bukan warga Kabupaten Serang. Dia warga Kabupaten Pandeglang. Namun kerap mondar-mandir ke Kabupaten Serang, terutama ke Kecamatan Bojonegara. Ia merasakan betul mulusnya jalan yang sudah dibeton oleh Pemkab Serang.

“Saya harus sampaikan (hasil pembangunan Pemkab Serang) dengan objektif,” imbuhnya.

asal tahu saja, Pemkab Serang bersama DPRD Kabupaten Serang telah membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Kabupaten Serang. Melalui perda tersebut, diamanatkan perbaikan 100 kilometer jalan kewenangan kabupaten per tahun dengan betonisasi.

Hingga 2019, jalan yang selesai dibeton sudah mencapai 483,45 kilometer. Kemudian pada 2020 akan dibangun 101,68 kilometer lagi, Sehingga total betonisasi jalan tahun ini sepanjang 585,13 kilometer atau 97,33 persen. Sisanya sepanjang 16 kilometer akan dibangun pada 2021.

Sementara itu, Ratu Tatu mengatakan, fokus pembangunan Kabupaten Serang menitikberatkan pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). “Semua hasil pembangunan harus terukur, melalui data Badan Pusat Statitistik atau BPS. Maka kami mengukur melalui IPM,” ujarnya Tatu.

Sejumlah program dilakukan untuk meningkatkan IPM, antara lain beasiswa SD hingga perguruan tiinggi. Kemudian paling masif adalah perbaikan infrastruktur jalan melalui betonisasi.

“Angka pengangguran memang tertinggi di Banten, tetapi kurun tahun 2018 hingga 2019, penurunan angka pengangguran Kabupaten Serang terbesar di Banten, sebesar 2,12 persen,” tandas Tatu.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *