Diperkosa Pemulung hingga Hamil dan Keguguran, ABG di Tangsel Ini Dipaksa Kubur Janinnya

  • Whatsapp
Korban Perkosaan Pemulung (ayah tiri) saat melapor ke Mapolres Tangsel, Kamis, (10/10).

INDOPOLITIKA.COM — Bunga, sejak SD atau usia 12 tahun sudah ditinggal mati ibu kandungnya. Sejak saat itu, dia diperkosa Sumardi (bukan nama sebenarnya) pemulung yang juga ayah tirinya hingga hamil.

Aksi bejat itu berlangsung hinga Bunga menginjak usia 16 tahun dan melahirkan anak perempuan awal bulan September ini. Sumardi pun dilaporkan ke Mapolres Tangsel, Kamis(10/10).

Baca Juga:

Pada kehamilan pertama, saat usia memasuki usia kandungan tujuh bulan, janin dalam kandungan bunga keguguran. Ia pun berterus terang kepada Sumardi.

Diduga takut aksinya terbongkar oleh anak-anaknya yang lain (adik tiri bunga), Sumardi lantas memaksa Bunga menguburkan janin tersebut. Sumardi selamat.

Namun, sejak keguguran itu, Sumardi yang tinggal di wilayah Kedaung, Pamulang, Tangsel ini nampaknya kembali berusaha mengancam Bunga seperti sebelum-sebelumnya dengan pisau, agar mau melayani hasrat seksualnya.

Perbuatan itu berlangsung di lapak rongsokan, yang menjadi tempat tinggal keluarga Sumardi, termasuk bunga dan adik-adik tirinya (anak dari ibu kandung Bunga).

“Malam, pas masih 12 tahun, kelas 5 SD. Diancam sama ayah dengan pisau, aku takut,” cerita Bunga, saat melapor ke Mapolres Tangsel.

Dirinya mengaku saat hamil pertama takut keluar rumah dan gak berani berontak. Ia juga bercerita keguguran di umur kandungannya yang ke 7 bulan.

“Tiba-tiba keluar darah gede di kamar mandi, terus lapor ke ayah tiri, terus disuruh kubur aja, pengen cerita takut belum berani,” ungkapnya.

Pengakuan Nenek Korban Hingga Kasus Ini Terbongkar dan Dilaporkan

Disisi lain nenek korban NH (65) mengatakan tidak pernah menaruh curiga sama sekali jika Bunga adalah korban perkosaan ayah tirinya. Bahkan selama Bunga tinggal bersama Sumardi hingga hamil anak pertama dan keguguran.

Hal itu karena mereka tinggal berjauhan. Bunga dan ayah tirinya tinggal di Kedaung, sementara NH di wilayah Ciputat.

“Saat korban hamil tinggal di Kedaung, lahir normal, ayah tiri korban yang nganter korban ke rumah sakit, selain itu gak nanya-nanya dan gak dijawab juga. Korban hanya cerita sama adik saya,” jelasnya.

NH melanjutkan, bayi tersebut lahir pada 4 September 2019 yang kini berusia satu bulan dengan jenis kelamin perempuan.

“Saya mikir aneh gini, si bayi pusernya udah bengkak dan di RSU juga sudah pingsan dua kali. Korban tinggal di Kedaung, saat selesai lahiran korban langsung saya ambil untuk tinggal di Ciputat,” jelasnya.

NH melanjutkan, pas di rumah korban awalnya belum cerita, tetapi akhirnya dia cerita walau sama adiknya. Dari situlah terbongkar semuanya.

“Korban mengaku bahwa pelakunya adalah ayah tirinya. Sejak itu belum pernah ketemu sama ayah tirinya,” paparnya.

NH mengaku awalnya tidak curiga terhadap ayah tiri korban dan tidak ditarik ke rumahnya karena berpikiran si korban punya adik 2 dari ayah tirinya.

“Gak curiga, dan gak ditarik kerumah saya karena berpikir dirinya punya adik 2 dan dia suruh ngasuh adiknya itu. almarhum ayah kandung nya dulu adalah supir angkot roda niaga, dan ibunya meninggal saat dirinya diusia 12 tahun sebagai ibu rumah tangga,” pungkasnya.{asa}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *