Internasional

Diplomasi Ekonomi Indonesia di Afrika Dinilai Sangat Sukses

Wamenlu RI AM Fachir nilai diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika sukses. (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Indonesia tengah melancarkan diplomasi ekonomi ke wilayah Afrika. Meski sudah terlambat dari Tiongkok, namun langkah yang diambil Indonesia terbilang sukses.
 
Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir mengatakan ada deal senilai USD 586 juta dengan potensi tambahan sebesar USD1,3 miliar. Semuanya didapat dalam kegiatan Indonesia-Africa Forum (IAF) di Bali pada April lalu.
 
"Diplomasi ekonomi kita tetap sejak awal memfasilitasi mereka yang ingin masuk ke Indonesia, sekaligus memperlebar ekspansi potensi kita ke luar. Dan untuk Afrika, kita sekarang mengejar USD1,3 miliar tersebut," katanya, di Jakarta, Selasa 25 September 2018.
 
Salah satu yang berhasil, kata Fachir, adalah masalah konektivitas. Dia menyebutkan Indonesia telah bekerja sama dengan Ethiopian Airlines.
 
"Kita ada hub (penghubung) baru di Afrika, tepatnya di Addis Ababa, yaitu Ethiopian Airlines. Dari situ akan kita kembangkan lagi, kita sedang menjajaki agar mereka bisa membawa komoditi kita ke Afrika," imbuh dia.
 
Menurut Fachir, pengembangan bisa dilakukan maksimal ke berbagai wilayah dunia. Pasalnya, maskapai tersebut membuka penerbangan lebih dari 50 kota di 40 negara.
 
Selain konektivitas, keberhasilan kerja sama dengan Afrika juga terlihat di bidang pembangunan. Perusahaan BUMN Indonesia, PT. WIKA berhasil menjalin kerja sama dengan Niger.
 
"Dengan Niger itu ada kesepakatan hingga USD20 juta untuk renovasi istana presiden. Dan hal ini terus kita lakukan dengan berbagai pihak di Afrika. Tentunya Kemenlu akan lebih berperan dalam diplomasi untuk mendorong para pelaku industri," tukasnya.
 
Fachir menyebutkan, setelah Afrika, Indonesia menyasar diplomasi ekonomi dengan Amerika Latin dan Eropa Timur.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close