PAN

Diprediksi Tak Lolos PT, Begini Kata PAN

Indopolitika.com, JAKARTA – Sekretaris Fraksi PAN di DPR Yandri Susanto tidak ambil pusing dengan hasil survei Litbang Kompas yang memprediksi partainya tidak lolos presidential threshold atau PT empat persen di Pemilu 2019. Dalam survei, itu PAN hanya diprediksi meraih 2,9 persen.

Anggota Komisi II DPR itu mengatakan sejak zaman reformasi, semua survei tidak pernah menyatakan PAN lolos PT, baik itu pada Pemilu 2004, 2009, maupun 2014. “Dalam survei itu PAN tidak pernah melampaui di atas tiga persen atau empat persen, tetapi faktanya PAN itu selalu lima besar. Makanya PAN selalu (menjabat) pimpinan DPR selama pemilu berlangsung sejak reformasi,” kata Yandri di gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/3).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengatakan hal ini berarti mengonfirmasi bahwa hasil survei menjadi pelecut bagi PAN untuk terus bekerja keras. “Kami tidak khawatir karena berdasar pengalaman, PAN itu selalu lolos,” ungkap Yandri.

Dia mengatakan bahwa yang disurvei itu adalah PAN, bukan calon anggota legislatif (caleg). Menurut dia, memang suara PAN selama ini di bawah caleg. Yandri mencontohkan, di dapilnya, Banten, PAN hanya 30 ribu, tetapi dirinya sebagai caleg meraih 80 ribu suara.

“Jadi kalau suara PAN memang betul disurvei waktu itu, di dapil saya itu saya kursi kesembilan dari enam kursi. Nah, ternyata setelah hasil pemilu PAN itu suara terbanyak karena ada suara saya, suara caleg,” katanya.

Karena itu, Yandri maklum saja kalau PAN di survei Litbang Kompas meraih 2,9 persen. Menurut dia, hasil itu sebenarnya malah bagus, berbeda dengan hasil survei LSI Denny JA yang selalu menempatkan PAN hanya meraih satu koma saja.

“Jadi kalau 2,9 (persen) ditambah caleg lima atau enam persen itu sudah benar. Karena PAN itu sepertiganya dari suara caleg. Jadi kami sama sekali tidak khawatir, tetapi kami tidak boleh lengah,” pungkasnya. (jp)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close